Raih Kalpataru 2023, Nugroho Widiasmadi: Hari Pangan Sedunia Momentum Wujudkan Kesehatan Lingkungan
Sabtu, 21 Oktober 2023 - 18:37 WIB
loading...
Peraih Kalpataru 2023 dan dosen Universitas Wahid Haysim, Nugroho Widiasmadi melakukan berbagai terobosan memerangi degradasi sumber daya air dan tanah. Foto/Ist
A
A
A
SEMARANG - Hari Pangan Sedunia menjadi momentum dalam menjaga lingkungan dan mendukung ketahanan dan kemandirian pangan. Sekaligus mewujudkan kesehatan lingkungan dan menciptakan dunia yang lebih hijau.
Upaya itu telah dirintis dosen Universitas Wahid Haysim (Unwahas) Semarang, Nugroho Widiasmadi. Peraih penghargaan Kalpataru 2023 dalam kategori Pembina Lingkungan ini telah berhasil melakukan berbagai terobosan.
Baca juga: Pejuang Lingkungan Peraih Kalpataru asal Tapanuli Selatan Wafat
Sebagai seorang pakar, Nugroho telah memainkan peran kunci dalam memerangi degradasi sumber daya air dan tanah yang memiliki dampak signifikan pada ketahanan pangan dan kesehatan lingkungan.
“Kondisi saat ini merupakan tantangan yang dapat memengaruhi kita semua, dan penghargaan ini adalah pengakuan atas perjuangan berkelanjutan untuk mencari solusi yang berkelanjutan,” tuturnya, Sabtu (21/10/2023).
Hal itu dibuktikannya dengan penemuan Teknologi Biosoildam MA-11 yakni, teknologi yang mampu mengonservasi tanah dan air dengan biaya terjangkau dan efisien.
Upaya itu telah dirintis dosen Universitas Wahid Haysim (Unwahas) Semarang, Nugroho Widiasmadi. Peraih penghargaan Kalpataru 2023 dalam kategori Pembina Lingkungan ini telah berhasil melakukan berbagai terobosan.
Baca juga: Pejuang Lingkungan Peraih Kalpataru asal Tapanuli Selatan Wafat
Sebagai seorang pakar, Nugroho telah memainkan peran kunci dalam memerangi degradasi sumber daya air dan tanah yang memiliki dampak signifikan pada ketahanan pangan dan kesehatan lingkungan.
“Kondisi saat ini merupakan tantangan yang dapat memengaruhi kita semua, dan penghargaan ini adalah pengakuan atas perjuangan berkelanjutan untuk mencari solusi yang berkelanjutan,” tuturnya, Sabtu (21/10/2023).
Hal itu dibuktikannya dengan penemuan Teknologi Biosoildam MA-11 yakni, teknologi yang mampu mengonservasi tanah dan air dengan biaya terjangkau dan efisien.
Lihat Juga :