2 Peserta SKB CPNS Blitar Positif COVID-19, dan Belasan Peserta Gugur
Senin, 05 Oktober 2020 - 13:34 WIB
loading...
Dua peserta SKB CPNS di Kabupaten Blitar, positif COVID-19. Foto/Ilustrasi
A
A
A
BLITAR - Sebanyak 1.329 peserta rekrutmen CPNS di Kabupaten Blitar, telah mengikuti seleksi kompetensi bidang (SKB). Panitia seleksi mencatat, ada 18 peserta yang tidak hadir dengan dua diantaranya karena terkonfirmasi positif COVID-19 .
(Baca juga: Pria 2 Istri Tega Cabuli Gadis Cacat di Toilet Mushola )
"Ada 18 peserta tidak hadir di ujian SKB," ujar Kepala Bidang Pengadaan Pembinaan dan Pemberhentian Pegawai BKPSDM Kabupaten Blitar, Joko Wiyono kepada wartawan Senin (5/9/2020). Pelaksanaan SKB yang sebelumnya akan dihelat 25 Maret 2020, tertunda gara gara pandemi COVID-19 .
Sesuai surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, pelaksanaan SKB dijadwal ulang menjadi 1-12 Oktober 2020. Seluruh pelaksanaan diwajibkan memperhatikan protokol kesehatan penanganan COVID-19 . "Ujian (SKB) dilaksanakan di Kabupaten Tulungagung," kata Joko.
Proses pelaksanaan selama tiga hari (1-3 Oktober) berjalan lancar. Semua peserta yang hadir mengikuti tahapan seperti yang ditentukan. "Tidak ada peserta yang datang terlambat," tambah Joko.
(Baca juga: Pria 2 Istri Tega Cabuli Gadis Cacat di Toilet Mushola )
"Ada 18 peserta tidak hadir di ujian SKB," ujar Kepala Bidang Pengadaan Pembinaan dan Pemberhentian Pegawai BKPSDM Kabupaten Blitar, Joko Wiyono kepada wartawan Senin (5/9/2020). Pelaksanaan SKB yang sebelumnya akan dihelat 25 Maret 2020, tertunda gara gara pandemi COVID-19 .
Sesuai surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, pelaksanaan SKB dijadwal ulang menjadi 1-12 Oktober 2020. Seluruh pelaksanaan diwajibkan memperhatikan protokol kesehatan penanganan COVID-19 . "Ujian (SKB) dilaksanakan di Kabupaten Tulungagung," kata Joko.
Proses pelaksanaan selama tiga hari (1-3 Oktober) berjalan lancar. Semua peserta yang hadir mengikuti tahapan seperti yang ditentukan. "Tidak ada peserta yang datang terlambat," tambah Joko.
Lihat Juga :