Sinovac Cek Fasilitas Bio Farma, Siap Transfer Teknologi Vaksin COVID-19

loading...
Sinovac Cek Fasilitas Bio Farma, Siap Transfer Teknologi Vaksin COVID-19
Fasilitas produksi vaksin PT Bio Farma. Foto/SINDOnews/Dok
BANDUNG - Perusahaan vaksin asal China Sinovac telah melakukan kunjungan dan mengecek kesiapan fasilitas produksi PT Bio Farma, Jalan Dr Djunjunan (Pasteur), Kota Bandung, untuk menerima transfer teknologi produksi vaksin COVID-19. Kunjungan dilakukan selama tiga hari, dari 21 hingga 23 September 2020 lalu.

Hal itu disampaikan Dirut Bio Farma Honesti Basyir. Menurut Honesti, kunjungan delegasi dari Sinovac dipimpin oleh Senior Director Sinovac Yang Guang, General Manager Sinovac Gao Qiang dan beberapa staf Sinovac. (BACA JUGA:Kajian Gempa Megathrust-Tsunami 20 Meter Heboh, Pariwisata Panik)

"Kunjungan itu fokus membicarakan mengenai pelaksanaan transfer teknologi proses produksi dan pengujian mutu vaksin COVID-19 kepada Bio Farma. Mereka juga melihat kesiapan Bio Farma untuk memproduksi bulk vaksin COVID-19 dari Sinovac," kata Honesti. (BACA JUGA:Uji Klinis Berjalan Lancar, Produksi Vaksin COVID November 2020)

Pada kesempatan itu, ujar Honesti, Sinovac membicarakan mengenai komitmennya melakukan pengiriman bahan baku vaksin COVID-19 secara bertahap. Pertama sebanyak 50 juta dosis pada November 2020 sampai dengan Maret 2021. (BISA DIKLIK:Erick Thohir Usul Bio Farma dan RNI Dapat PMN Rp1 Triliun, Buat Apa?)



Bio Farma juga akan mendapat prioritas mendapatkan tambahan bahan baku vaksin COVID-19 sebanyak 210 juta dosis yang akan dilakukan sejak April 2021 hingga Desember 2021.

Untuk menjaga dan menjamin kualitas vaksin COVID-19, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan melakukan visit audit proses pengembangan dan produksi vaksin Corona di fasilitas Sinovac di Beijing, China pada awal November 2020 mendatang.

BPOM juga akan memastikan fasilitas dan proses produksi vaksin COVID-19 di Bio Farma memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)/Good Manufacturing Practice (GMP). Sehingga BPOM juga akan melaksanakan audit ke fasilitas produksi Covid-19 di Bio Farma.



“Kegiatan audit ini, merupakan bagian dalam implementasi Quality Management System di Bio Farma, untuk menjamin kualitas bulk vaksin yang akan di terima di Bio Farma. Kami juga akan melakukan audit inspeksi ke Sinovac, yang rencananya akan dilaksanakan sebelum pelaksanaan audit BPOM”, ujar Honesti.

Sambil menunggu Uji Klinis selesai, Bio Farma terus melakukan persiapan produksi vaksin, yang akan dimulai pada bulan November sampai dengan Desember 2020.

Kapasitas total produksi hilir vaksin Covid-19 Bio Farma sebesar 250 juta dosis pada 2021, yang telah ditingkatkan dari sebelumnya hanya 100 juta dosis pada 2020.
(awd)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top