Bawang Putih dari Batang Diekspor Perdana ke Taiwan
Jum'at, 25 September 2020 - 19:20 WIB
loading...
Bawang putih dari Batang, Jawa Tengah, diekspor perdana ke Taiwan, Jumat (25/9/2020).Foto/Suryono Sukarno
A
A
A
BATANG - Di saat pemerintah pusat bingung mengimpor bawang putih , Pemkab Batang, Jawa Tengah justru malah mengekspor komotitas tersebut. Ekspor perdana bawang putih dengan tujuan Taiwan. Komoditas yang diekspor tersebut bukan untuk konsumsi, melainkan untuk herbal.
"Bawang putih yang kita ekspor ke Taiwan untuk kebutuhan jamu di negera Taiwan, bukan untuk konsumsi masyarakat, karena kandungan dan khasiatnya untuk herbal," kata Wihaji usai melepas ekspor bawang putih di Balai Penyuluhan Pertanian Desa Surjo Kecamatan Bawang, Jumat (25/9/2020).
Ia pun mengapresiasi petani bawang putih Kecamatan Bawang, karena berhasil membudidaya bawang jenis lumbu hijau yang mampu menjadi produk komoditas unggulan. "Komuditas ini akan terus kita eksplor terus sebagai kekuatan petani Kecamatan Bawang khususnya Bawang Putih," kata Wihaji
Ia pun menjelaskan untuk kebutuhan ekspor bawang putih di negara Taiwan masih cukup banyak, dan petani Batang belum mampu memenuhinya.
"Kebutuhanya mereka meminta 1.000 ton per tahun, kita hanya mampu 25 ton per tahun. Kalau nanti ada keuntungan dari petani, saya yakin petani Batang akan ikut menenam bawang untuk memenuhi kebutuhan ekspor," jelasnya
(Baca juga: Pembebasan Lahan Exit Tol Salatiga, TPT Tawarkan Harga hingga Rp1 Juta Per Meter Persegi )
Ali, perwakilan Gapoktan Pateni bawang putih mengatakan, ekspor bawang putih dalam minggu ini hanya bisa mengirim 25 ton dan akan terus diupayakan agar tercapai target ekspor yang dibutuhkan. "Ekspor ini kita lewat PT Green Herbal yang setiap hari kita kirim lima ton setiap harinya," ungkapnya.
"Bawang putih yang kita ekspor ke Taiwan untuk kebutuhan jamu di negera Taiwan, bukan untuk konsumsi masyarakat, karena kandungan dan khasiatnya untuk herbal," kata Wihaji usai melepas ekspor bawang putih di Balai Penyuluhan Pertanian Desa Surjo Kecamatan Bawang, Jumat (25/9/2020).
Ia pun mengapresiasi petani bawang putih Kecamatan Bawang, karena berhasil membudidaya bawang jenis lumbu hijau yang mampu menjadi produk komoditas unggulan. "Komuditas ini akan terus kita eksplor terus sebagai kekuatan petani Kecamatan Bawang khususnya Bawang Putih," kata Wihaji
Ia pun menjelaskan untuk kebutuhan ekspor bawang putih di negara Taiwan masih cukup banyak, dan petani Batang belum mampu memenuhinya.
"Kebutuhanya mereka meminta 1.000 ton per tahun, kita hanya mampu 25 ton per tahun. Kalau nanti ada keuntungan dari petani, saya yakin petani Batang akan ikut menenam bawang untuk memenuhi kebutuhan ekspor," jelasnya
(Baca juga: Pembebasan Lahan Exit Tol Salatiga, TPT Tawarkan Harga hingga Rp1 Juta Per Meter Persegi )
Ali, perwakilan Gapoktan Pateni bawang putih mengatakan, ekspor bawang putih dalam minggu ini hanya bisa mengirim 25 ton dan akan terus diupayakan agar tercapai target ekspor yang dibutuhkan. "Ekspor ini kita lewat PT Green Herbal yang setiap hari kita kirim lima ton setiap harinya," ungkapnya.
Lihat Juga :