XL Axiata Salurkan 1,8 Juta Paket Internet Gratis untuk Madrasah se-Jawa Timur

loading...
XL Axiata Salurkan 1,8 Juta Paket Internet Gratis untuk Madrasah se-Jawa Timur
PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menyalurkan paket internet gratis untuk madrasah di Jawa Timur.Foto/SINDONews/Lukman Hakim
SURABAYA - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menyalurkan paket internet gratis untuk madrasah di Jawa Timur (Jatim). Penyaluran ini merupakan kerjasama XL Axiata dengan Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam, Kementerian Agama (Kemenag) dalam program “Madrasah Digital Belajar Jarak Jauh”.

Yakni program untuk pengembangan pendidikan para pelajar madrasah. Bantuan paket internet ini diperuntukkan bagi para pelajar madrasah dan tenaga pendidik agar dapat mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama masa pandemi. Paket internet yang dimaksud terdiri dari kartu perdana dan kuota data sebesar 30 GB.

Group Head XL Axiata Region East, Bambang Parikesit menyerahkan bantuan 1,8 Juta paket internet gratis ini secara simbolis kepada Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jatim, Ahmad Zayadi, Kamis (24/9/2020).

Penyerahan yang menggunakan video conference tersebut disaksikan juga oleh perwakilan Kemenag di 38 kota/kabupaten di Jatim. “Untuk wilayah Jawa Timur kami alokasikan total sebanyak 1,8 juta paket internet gratis,” katanya.



(Baca juga:Gubernur Khofifah Ajak Generasi Milenial Geluti Sektor Pertanian)

Dengan adanya bantuan ini, pihaknya berharap beban sebagian pelajar dan orang tuanya menjadi lebih ringan. Bgitu juga dengan para guru dan tenaga kependidikan. Para penerima bantuan paket ini sudah bisa langsung memanfaatkannya untuk mengikuti PJJ.

“Diawali dari Jawa Timur, penyaluran akan terus berlangsung di daerah lain yaitu di Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur,” terangnya.



Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Ahmad Zayadi menyebutkan, di Jatim ada sekitar 12.923 sekolah madrasah dari tingkat MI, MTs, dan Aliyah, baik negeri dan swasta. Untuk jumlah siswa, total ada sekitar 1.873.539 pelajar.

“Sebagian besar sekolah madrasah berada di area pinggiran kota dan pedesaan. Di mana banyak di antara keluarga siswa memang membutuhkan dukungan untuk mampu menyediakan kuota data untuk PJJ,” katanya
(msd)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top