Dadang Supriatna Anggap Insentif Guru Ngaji Tak Manusiawi
Minggu, 20 September 2020 - 16:25 WIB
loading...
Calon bupati Bandung, Dadang Supriatna. Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
A
A
A
BANDUNG - Calon Bupati Bandung , Dadang Supriatna menganggap, insentif guru ngaji, ustadz, dan ustadzah yang selama ini diberikan Pemkab Bandung tidak manusiawi. (Baca juga: 4 Bandara Tak Mampu Deteksi Sabu yang Disembunyikan Dalam Anus NN )
Pasalnya, besaran insentif yang mereka terima hanya Rp50.000/bulan. Nilai apresiasi tersebut, kata Dadang, berbanding jauh dengan peran besar mereka dalam membentuk generasi yang berakhlakul karimah.
Oleh karenanya, Dadang yang diusung PKB, NasDem, Demokrat, dan PKS serta lima parpol non-parlemen, termasuk Partai Perindo itu berjanji menaikan insentif bagi mereka hingga Rp500.000/bulan plus iuran BPJS jika dirinya terpilih sebagai Bupati Bandung .
Dadang Supriatna yang berpasangan dengan Syahrul Gunawan dan mengusung jargon Bedas (Bersama Dadang-Syahrul) itu menyatakan, siap memperjuangkan anggaran sebesar Rp100 miliar per tahun untuk insentif guru ngaji, ustadz, dan ustadzah.
(Baca juga: 1 Meninggal dan 13 Positif COVID-19, 2 Desa di Ponorogo Lockdwon )
Pasalnya, besaran insentif yang mereka terima hanya Rp50.000/bulan. Nilai apresiasi tersebut, kata Dadang, berbanding jauh dengan peran besar mereka dalam membentuk generasi yang berakhlakul karimah.
Oleh karenanya, Dadang yang diusung PKB, NasDem, Demokrat, dan PKS serta lima parpol non-parlemen, termasuk Partai Perindo itu berjanji menaikan insentif bagi mereka hingga Rp500.000/bulan plus iuran BPJS jika dirinya terpilih sebagai Bupati Bandung .
Dadang Supriatna yang berpasangan dengan Syahrul Gunawan dan mengusung jargon Bedas (Bersama Dadang-Syahrul) itu menyatakan, siap memperjuangkan anggaran sebesar Rp100 miliar per tahun untuk insentif guru ngaji, ustadz, dan ustadzah.
(Baca juga: 1 Meninggal dan 13 Positif COVID-19, 2 Desa di Ponorogo Lockdwon )
Lihat Juga :