Banjir Kepung 8 Desa di Kabupaten Bandung, 11.082 Jiwa Terdampak
Senin, 25 November 2024 - 17:48 WIB
loading...
Banjir mengepung sedikitnya delapan desa di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (25/11/2024). Foto/BNPB
A
A
A
BANDUNG - Banjir mengepung sedikitnya delapan desa di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (25/11/2024). Banjir terjadi sejak Kamis (21/11) pasca hujan dengan intensitas tinggi hingga menyebabkan debit air Sungai Citarum meningkat dan meluap ke permukiman warga.
“Desa terdampak antara lain Desa Bojongsari, Bojongsoang, Tegalluar, Dayeuhkolot, Citeureup, Rancamanyar, Sukamukti, dan Desa Sumbersari. Ketinggian muka air bervariasi antara 30-150 meter,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Senin (25/11/2024).
Baca juga: Viral! Gerobak Etalase Ayam Terbawa Arus Banjir Bandung
Sementara itu, Aam sapaan Abdul Muhari mengatakan berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung jumlah warga terdampak akibat kejadian ini sebanyak 3.976 Kepala Keluarga (KK) atau 11.082 jiwa.
“Sedikitnya 236 KK atau 707 jiwa terpaksa mengungsi di 10 titik pengungsian berupa masjid, sekolah, dan kantor desa terdekat,” ujar Aam.
Berdasarkan informasi dari Badan SAR Kabupaten Bandung, tim pencarian dan pertolongan masih melakukan pencarian satu warga yang diduga hilang terseret arus.
“Desa terdampak antara lain Desa Bojongsari, Bojongsoang, Tegalluar, Dayeuhkolot, Citeureup, Rancamanyar, Sukamukti, dan Desa Sumbersari. Ketinggian muka air bervariasi antara 30-150 meter,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Senin (25/11/2024).
Baca juga: Viral! Gerobak Etalase Ayam Terbawa Arus Banjir Bandung
Sementara itu, Aam sapaan Abdul Muhari mengatakan berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung jumlah warga terdampak akibat kejadian ini sebanyak 3.976 Kepala Keluarga (KK) atau 11.082 jiwa.
“Sedikitnya 236 KK atau 707 jiwa terpaksa mengungsi di 10 titik pengungsian berupa masjid, sekolah, dan kantor desa terdekat,” ujar Aam.
Berdasarkan informasi dari Badan SAR Kabupaten Bandung, tim pencarian dan pertolongan masih melakukan pencarian satu warga yang diduga hilang terseret arus.
Lihat Juga :