1 Meninggal dan 13 Positif COVID-19, 2 Desa di Ponorogo Lockdwon
Minggu, 20 September 2020 - 15:57 WIB
loading...
Jalan masuk Desa Kutukulon, dan Desa Karanggebang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, ditutup total untuk karantina mandiri. Foto/iNews TV/Ahmad Subekhi
A
A
A
PONOROGO - Desa Kutukulon, dan Desa Karanggebang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Pnorogo, Jawa Timur, ditutup total usai satu warganya meninggal akibat positif terpapar COVID-19 , dan 13 warga lainnya juga dinyatakan positif COVID-19 , termasuk satu anak-anak.
(Baca juga: 4 Bandara Tak Mampu Deteksi Sabu yang Disembunyikan Dalam Anus NN )
Warga menutup jalan penghubung antar dua desa. Mereka melakukan karantina mandiri, untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 . Warga yang dinyatakan positif COVID-19 , telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Wakil Bupati Ponorogo, Sudjarno mengatakan, dari hasil penelusuran yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, ditemukan 13 orang positif COVID-19 . "Mereka yang positif COVID-19 tersebut, masih memiliki hubungan keluarga," tuturnya.
Dia menambahkan, semua orang yang dinyatakan positif COVID-19 , termasuk di dalamnya satu anak-anak berusia lima tahun, merupakan kontak erat satu pasien positif COVID-19 yang sudah meninggal dunia. "Ini merupakan klaster keluarga dengan penyebaran terbanyak," tuturnya.
(Baca juga: 4 Bandara Tak Mampu Deteksi Sabu yang Disembunyikan Dalam Anus NN )
Warga menutup jalan penghubung antar dua desa. Mereka melakukan karantina mandiri, untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 . Warga yang dinyatakan positif COVID-19 , telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Wakil Bupati Ponorogo, Sudjarno mengatakan, dari hasil penelusuran yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, ditemukan 13 orang positif COVID-19 . "Mereka yang positif COVID-19 tersebut, masih memiliki hubungan keluarga," tuturnya.
Dia menambahkan, semua orang yang dinyatakan positif COVID-19 , termasuk di dalamnya satu anak-anak berusia lima tahun, merupakan kontak erat satu pasien positif COVID-19 yang sudah meninggal dunia. "Ini merupakan klaster keluarga dengan penyebaran terbanyak," tuturnya.
Lihat Juga :