Menengok Koleksi Keris di Museum Singhasari Malang, Konon Ada yang untuk Pesugihan

Sabtu, 22 Februari 2025 - 12:58 WIB
loading...
Menengok Koleksi Keris...
Museum Singhasari Malang. Foto/Avirista Midaada
A A A
MALANG - Beberapa koleksi keris kuno dengan keunikan dan daya mistisnya tersimpan di Museum Singhasari Malang. Keris-keris ini berasal dari berbagai latar belakang kerajaan besar di Malang, sejak era Kediri, Tumapel atau Singasari, hingga Kerajaan Majapahit.

Konon, keris-keris ini juga bertuah dan memiliki nilai kesakralan tinggi. Keris - keris ini dipamerkan dan menjadi benda pameran di salah satu sisi ruangan museum di kawasan Perumahan Singhasari Residence Klampok, Singosari, tak jauh dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari.

Keris-keris ini diletakkan di sebuah kotak kaca yang didesain sedemikian rupa. Pada perawatannya pun ada treatment atau penanganan khusus, agar benda budaya ini tak mudah rusak.

Baca juga: Prabowo Beri Cendera Mata Senapan Serbu Pindad dan Keris ke Erdogan



Pamong Budaya Ahli Muda Museum Singhasari Yossi Indra Hardyanto menuturkan, keris-keris yang disimpan di Museum Singhasari, berasal dari beberapa era mulai Singasari abad 13, hingga Kerajaan Majapahit. Bahkan dari sejumlah keris yang ada, ada keris yang dimiliki oleh Gubernur Jawa Timur Soenandar Prijosoedarmo.

Menengok Koleksi Keris di Museum Singhasari Malang, Konon Ada yang untuk Pesugihan


"Keris di Museum Singhasari ini ada beberapa tangguh, tangguh itu gaya keris, ada yang Tuban, ada yang Singasarian, ada yang dari Sumenep," kata Yossi, saat ditemui di Museum Singhasari Malang, dikutip Sabtu (22/2/2025).

Beberapa keris kuno yang ada di ruang empat juga konon mempunyai kesaktian. Keris itu merupakan pemberian seseorang yang sengaja menitipkan dan menyimpannya di museum, karena takut disalahgunakan oleh keturunannya.

Menengok Koleksi Keris di Museum Singhasari Malang, Konon Ada yang untuk Pesugihan


"Tidak ada lagi yang merawat, kedua pemilik keris ini takut kalau keturunannya ngaji pada barang yang salah, anggap punya energi maka dimintai rezeki, dimintai jodoh kan keliru," ujarnya.

Dari sekian koleksi keris yang ada, satu keris disebut Yossi begitu dijaga sekali oleh pihak museum. Keris Natah Emas ini yang disimpan di museum ini, konon memiliki tuah untuk pesugihan dan memperlancar rezeki.

"Kami juga punya keris natah emas, yang jadi koleksi kami paling kami jaga, karena keris ini menurut banyak sangat bertuah," katanya.

"Dapat membantu usaha manusia, keris ini kami sebut keris Omyang Jimbe. Keris beruang karena bisa dimanfaatkan untuk kepentingan mendapat uang," imbuhnya.

Menurutnya, selama berada di museum, keris-keris itu tidak pernah menimbulkan kejadian yang janggal. Bahkan beberapa pengakuan pekerja juga tak mendapati kejadian janggal dari energi dari keris-keris kuno yang ada.

"Di museum kami benda-benda pusaka tidak pernah ada masalah apa-apa, aman-aman saja, bahkan saat pegangan anak SD juga enggak apa-apa. Jadi jangan kami memberikan pemahaman, benda-benda sejarah ini bukan mistis, ini edukasi pendidikan, logis," terangnya.

Dirinya menambahkan, penjelasan logis dan sesuai keilmuan diperlukan untuk menepis anggapan keris - keris ini memiliki penunggu jin. Mengingat keris juga merupakan sebuah mahakarya yang dibuat sedemikian rupa.

"Keris pemikiran orang-orang saat ini pasti ada jinnya. Kan kami di museum ini mencoba melihat sebagai sebuah mahakarya, itu karya. Kenapa keris ini bisa ditaruh di lemari bisa goyang-goyang. Karena itu mahakarya, berdiri karena dia senter seimbang bikinnya, bisa goyang-goyang karena dia magnetis, tanpa lipat itu jadi magnet. Memberikan penjelasan secara rasional," paparnya.

Sayang dari beberapa keris yang ada di Museum Singhasari, pihak Museum belum melakukan penelitian lebih lanjut. Namun, pihaknya berencana untuk melakukan kajian keilmuan mulai dari sisi arkeologis hingga kesejarahan.

"Kami punya dari Kerajaan Singasari, Majapahit kami punya, ada keris satu yang ada ukiran-ukiran tembusan itu yang belum tahu dari tahun kapan. Kelihatan kalau keris baru, keris lama kelihatan. Dari pori-pori batunya, dari bentuknya," tuturnya.

"Akan kami kaji dari bidang keilmuan arkeologi dan kesejarahan. Terus pengkajian ini juga terkait lokasi penemuan, sehingga nanti bisa dikaitkan dengan sejarah," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
AMI: Kebudayaan sebagai...
AMI: Kebudayaan sebagai Solusi Krisis Kepribadian Bangsa
Prabowo Resmikan Museum...
Prabowo Resmikan Museum Seskoad, Kawah Candradimuka Pemimpin Bangsa
Menelusuri Jejak Kehidupan...
Menelusuri Jejak Kehidupan Rasulullah di Museum Biografi Nabi Muhammad di Makkah
Rekomendasi
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
Pertamina Hulu Rokan...
Pertamina Hulu Rokan Buka Magang Kerja 2026 untuk Lulusan D3-S1, Cek Syaratnya
Hasil ONMIPA-PT 2026:...
Hasil ONMIPA-PT 2026: ITB Raih Juara Umum, Ini Daftar Lengkap Peraih Medali
Berita Terkini
Lansia 70 Tahun di PIK...
Lansia 70 Tahun di PIK Nyaris Diculik, Pelaku Kini Diburu Polisi
Raih Penghargaan Garda...
Raih Penghargaan Garda Kemanusiaan Aceh, Safrizal: Penanganan Bencana Kerja Kolaboratif
Malam Ini, Lampu Jalan...
Malam Ini, Lampu Jalan Protokol Jakarta hingga Monas Bakal Dipadamkan Sejam
Bawa Molotov saat Demo...
Bawa Molotov saat Demo Mahasiswa, Satu Pengunjuk Rasa Jadi Tersangka
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
Gudang di Pluit Karang...
Gudang di Pluit Karang Karya Barat Kebakaran, 14 Unit Damkar Dikerahkan
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved