Kisah Heroik Jenderal Sintong Panjaitan Pimpin Pasukan Senyap Hancurkan PKI Secepat Kilat

Jum'at, 27 September 2024 - 06:04 WIB
loading...
Kisah Heroik Jenderal...
Jenderal Kopassus Sintong Panjaitan. Foto/Istimewa
A A A
TRAGEDI berdarah Gerakan 30 September 1965 yang dilakukan Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) meninggalkan kekosongan di jajaran pimpinan Angkatan Darat (AD). Hal itu membuat peta militer di Indonesia berubah.

Pada saat itu, Menteri/Panglima Angkatan Darat Letjen TNI Ahmad Yani dan sejumlah jenderal senior lainnya diculik dan dibunuh, lalu jenazah mereka dibuang ke Lubang Buaya.

Pagi setelah tragedi itu, pada 1 Oktober 1965, diadakan rapat di Markas Kostrad, Jakarta Pusat.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati Mayjen TNI Soeharto mengambil alih sementara komando Angkatan Darat. Pukul 11.00 WIB, Kolonel Inf Sarwo Edhie Wibowo, Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD), bergerak menuju Kostrad dengan panser.

Baca juga: Kisah Tragis Lettu Sudaryanto, Gugur dalam Pelukan Prabowo Subianto di Operasi Seroja Timor Timur

Dalam bukuSintong Panjaitan: Perjalanan Prajurit Para Komando, Hendro Subroto menceritakan langkah pertama Sarwo Edhie setelah berkoordinasi dengan Soeharto adalah merencanakan operasi merebut kembali Radio Republik Indonesia (RRI) Pusat.

Kisah Heroik Jenderal Sintong Panjaitan Pimpin Pasukan Senyap Hancurkan PKI Secepat Kilat


Kemudian Kantor Besar Telekomunikasi yang dikuasai PKI. Pada siang hari, Sintong Panjaitan, yang saat itu menjadi Komandan Peleton 1 Kompi Tanjung, diberi tugas menjaga Markas Kostrad tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Meritokrasi di TNI,...
Meritokrasi di TNI, Kapuspen: Jabatan Tak Ditentukan seperti Urut Kacang Tapi Kompetensi
Kunjungi Yonif TP 861,...
Kunjungi Yonif TP 861, Sjafrie Minta Prajurit TNI Jaga Hubungan Baik dengan Warga Papua
Oditur Militer Minta...
Oditur Militer Minta Majelis Hakim Tolak Pledoi Terdakwa Kasus Pembunuhan Kacab Bank
Rekomendasi
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
Berita Terkini
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved