Kisah Tragis Lettu Sudaryanto, Gugur dalam Pelukan Prabowo Subianto di Operasi Seroja Timor Timur
Sabtu, 21 September 2024 - 05:48 WIB
loading...
Presiden Indonesia terpilih Prabowo Subianto saat masih aktif menjadi prajurit di Kopassus. Foto/Istimewa
A
A
A
DALAM perjalanan karier militernya, Prabowo Subianto menyaksikan berbagai peristiwa tragis, termasuk kehilangan rekan-rekannya dalam Operasi Seroja di Timor Timur. Hal itu membuat Presiden RI ke-8 itu sangat tangguh di medan perang.
Salah satu momen paling memilukan adalah ketika Letnan Satu (Lettu) Sudaryanto, komandannya di Unit C Pasukan Nanggala 10, gugur dalam pelukannya saat bertugas di Maubara, Timor Timur.
Kisah ini diungkapkan oleh Prabowo dalam biografinya berjudul “Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto”.
Baca juga: Kisah Cinta Idjon Djanbi, Legenda Kopassus yang Ceraikan Wanita Inggris demi Mojang Sunda
Pada saat itu, Prabowo masih berpangkat Letnan Dua bertugas sebagai Perwira Intelijen di bawah komando Mayor Inf. Yunus Yosfiah. Karena banyak perwira yang gugur, Prabowo kemudian diangkat sebagai Wakil Komandan Unit C, dengan kekuatan sekitar 20 prajurit.
![Kisah Tragis Lettu Sudaryanto, Gugur dalam Pelukan Prabowo Subianto di Operasi Seroja Timor Timur]()
Dalam salah satu misi untuk merebut ketinggian di atas Kota Maubara, pasukan Prabowo diserang secara mendadak oleh kelompok bersenjata Fretilin. Baku tembak pun tak terhindarkan, dan Lettu Sudaryanto yang berada di garis depan tertembak.
Salah satu momen paling memilukan adalah ketika Letnan Satu (Lettu) Sudaryanto, komandannya di Unit C Pasukan Nanggala 10, gugur dalam pelukannya saat bertugas di Maubara, Timor Timur.
Kisah ini diungkapkan oleh Prabowo dalam biografinya berjudul “Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto”.
Baca juga: Kisah Cinta Idjon Djanbi, Legenda Kopassus yang Ceraikan Wanita Inggris demi Mojang Sunda
Pada saat itu, Prabowo masih berpangkat Letnan Dua bertugas sebagai Perwira Intelijen di bawah komando Mayor Inf. Yunus Yosfiah. Karena banyak perwira yang gugur, Prabowo kemudian diangkat sebagai Wakil Komandan Unit C, dengan kekuatan sekitar 20 prajurit.

Dalam salah satu misi untuk merebut ketinggian di atas Kota Maubara, pasukan Prabowo diserang secara mendadak oleh kelompok bersenjata Fretilin. Baku tembak pun tak terhindarkan, dan Lettu Sudaryanto yang berada di garis depan tertembak.
Lihat Juga :