Serunya Crazy Rich Tanjung Priok Gowes Brompton di Bandung

Minggu, 23 Agustus 2020 - 17:24 WIB
loading...
Serunya Crazy Rich Tanjung Priok Gowes Brompton di Bandung
Politisi Partai NasDem, Ahmad Sahroni saat gowes bareng anggota komunitas Bromlin di Bandung, Minggu (23/8/2020). Foto/Dok.Ahmad Sahroni
A A A
BANDUNG - Pengusaha yang juga politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem), Ahmad Sahroni menyambangi Kota Bandung, untuk bersepeda bersama komunitas pengguna sepeda Brompton, Bromlin.

(Baca juga: Jumlah Pasien Positif COVID-19 di Sumatera Barat Melonjak )

Pembina komunitas sepeda, ASC Goweser itu menggandeng Bromlin dalam rangka menyosialisasikan tata cara aman dan disiplin bersepeda, termasuk menjaga kebugaran tubuh di tengah pandemi COVID-19 dengan olahraga sepeda.

Kegiatan bersepeda yang dimulai dari Jalan Riau dan berakhir di Jalan Ciumbuleuit, Bandung itu diikuti oleh sekitar 100 orang peserta dari kedua komunitas dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Seiring dengan masih mewabahnya COVID-19 di Indonesia, tujuan bersepeda bersama ini adalah untuk bersilaturahmi dengan komunitas Brompton di Bandung . Selain itu, untuk mengampanyekan tata cara aman dan disiplin bersepeda serta menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh di masa pandemi," jelas Ahmad Sahroni di sela-sela kegiatan, Minggu (23/8/2020).

(Baca juga: Warga Deliserdang Gempar, Ada Mortir Tertanam di Sungai )

Pria yang juga dikenal sebagai Crazy Rich Tanjung Priok itu menjelaskan, sebelum mengikuti kegiatan bersepeda ini, para peserta wajib menjalani tes kesehatan melalui rapid test yang dilakukan di tempat. Selain itu, para peserta juga wajib menggunakan masker selama kegiatan berlangsung.

"Mungkin ketika bersepeda dan jaraknya berjauhan, maka maskernya boleh dibuka, tapi selain itu, masker harus terus digunakan. Itu juga kami tegaskan pada para peserta kegiatan," katanya.

(Baca juga: Terekam CCTV, Pelaku Curanmor Gasak Motor Matic di Palembang )

Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu juga menerangkan bahwa titik awal dan titik akhir dari kegiatan bersepeda ini dilakukan di lokasi outdoor dan luas untuk memastikan social distancing berjalan dengan baik.

"Kita juga mewajibkan social distancing, makanya titik kumpulnya nanti adalah di cafe yang lokasinya outdoor, sehingga posisi peserta bisa berjauhan. Pokoknya soal protokol kesehatan ini, kita tak main-main," tandasnya.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1808 seconds (10.177#12.26)