Alasan Sahroni Dukung Larangan SOTR di Jakarta Utara: 90% Berakhir Tawuran
Kamis, 27 Februari 2025 - 21:16 WIB
loading...
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mendukung larangan Sahur on the Road (SOTR) di Jakarta Utara. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mendukung larangan Sahur on the Road (SOTR) di Jakarta Utara. Bahkan, politikus Nasdem ini meminta pelarangan tersebut tidak hanya diberlakukan di Jakarta Utara.
"Saya tentunya mendukung keputusan ini karena dari yang sudah-sudah, sahur on the road ini suka jadi kedok untuk tawuran atau bahkan keributan. Mungkin 90 persennya berakhir tawuran. Ini yang kita tidak mau," ujar Sahroni dalam keterangannya, Kamis (27/2/2025).
"Kita mau ibadah bisa fokus dan khidmat, jadi sudah pas kebijakan ini. Tinggal praktiknya di lapangan, polisi harus tegas melakukan sosialisasi hingga penertiban, biar kalau masih ada yang nekat melakukan berarti sudah tahu dengan konsekuensinya," katanya.
Sahroni menegaskan, kegiatan SOTR ini ada baiknya juga dilarang di seluruh daerah, karena risiko keamanannya yang tinggi. "Sahur on the road ini sudah harus dilarang di seluruh daerah, tidak ada faedahnya dan banyak mudharatnya. Malah memunculkan resiko keamanan di masyarakat," jelasnya.
"Jadi untuk seluruh Polda sudah harus mulai instruksikan kepada jajarannya di Polres dan Polsek, untuk memberlakukan pelarangan atas kegiatan tersebut. Ciptakan bulan Ramadan yang memang nyaman untuk kita beribadah,” tambahnya.
"Saya tentunya mendukung keputusan ini karena dari yang sudah-sudah, sahur on the road ini suka jadi kedok untuk tawuran atau bahkan keributan. Mungkin 90 persennya berakhir tawuran. Ini yang kita tidak mau," ujar Sahroni dalam keterangannya, Kamis (27/2/2025).
"Kita mau ibadah bisa fokus dan khidmat, jadi sudah pas kebijakan ini. Tinggal praktiknya di lapangan, polisi harus tegas melakukan sosialisasi hingga penertiban, biar kalau masih ada yang nekat melakukan berarti sudah tahu dengan konsekuensinya," katanya.
Sahroni menegaskan, kegiatan SOTR ini ada baiknya juga dilarang di seluruh daerah, karena risiko keamanannya yang tinggi. "Sahur on the road ini sudah harus dilarang di seluruh daerah, tidak ada faedahnya dan banyak mudharatnya. Malah memunculkan resiko keamanan di masyarakat," jelasnya.
"Jadi untuk seluruh Polda sudah harus mulai instruksikan kepada jajarannya di Polres dan Polsek, untuk memberlakukan pelarangan atas kegiatan tersebut. Ciptakan bulan Ramadan yang memang nyaman untuk kita beribadah,” tambahnya.
Lihat Juga :