Aset Abu Tours Tidak Laku Dilelang karena Kondisinya Tidak Sempurna
Jum'at, 21 Agustus 2020 - 06:54 WIB
loading...
Sejumlah aset milik Abu Hamzah alias Hamzah Mamba bos perusahaan PT Abu Tours yang disita Kejaksaan Tinggi Sulsel disebut tidak laku di pelelangan. Foto : SINDOnews/Doc
A
A
A
MAKASSAR - Sejumlah aset milik Abu Hamzah alias Hamzah Mamba bos perusahaan PT Abu Tours yang disita Kejaksaan Tinggi Sulsel disebut tidak laku di pelelangan. Hanya sejumlah mobil dengan harga kisaran seratus juta rupiah yang diakui kurator, mampu terjual.
Menurut kurator yang ditunjuk Pengadilan Negeri Makassar , untuk melakukan taksasi dan pelelangan, Susi Tan, hal yang membuat aset itu tidak laku adalah kondisi aset yang sudah tidak sempurna setelah disita. Baca : Kurator Dapat Fee 5 Persen dari Aset Abu Tours yang Dilelang
"Asetnya gak laku-laku, kalau mobil beberapa sudah terjual, karena harganya tidak terlalu mahal yah, paling seratusan juta, tapi rumah dan ruko kondisinya berbeda setelah dinyatakan Abu Tours dinyatakan pailit. Kita baru baru cek, utamanya yang di Jakarta yah, itu sudah ada yang dicongkelin atap dan tegel-tegelnya, itu tentu mengurangi nilai jualnya," ungkap Susi kepada SINDOnews.
Ia tak menampik lesunya perekonomian akibat pandemi COVID-19 juga menjadi penyebab tak lakuknya aset. Namun meski demikian, pihaknya tidak akan melakukan penundaan pelelangan guna menunggu pulihnya kondisi ekonomi.
"Akan memakan biaya lebih besar, termasuk biaya penjagaan dan perawatannya. Apalagi kita prediksi nilainya juga tidak akan naik. Belum lagi korban (nasabah PT Abu Tours) pastinya akan lama mendapatkan ganti ruginya," ungkap Susitan.
Menurut kurator yang ditunjuk Pengadilan Negeri Makassar , untuk melakukan taksasi dan pelelangan, Susi Tan, hal yang membuat aset itu tidak laku adalah kondisi aset yang sudah tidak sempurna setelah disita. Baca : Kurator Dapat Fee 5 Persen dari Aset Abu Tours yang Dilelang
"Asetnya gak laku-laku, kalau mobil beberapa sudah terjual, karena harganya tidak terlalu mahal yah, paling seratusan juta, tapi rumah dan ruko kondisinya berbeda setelah dinyatakan Abu Tours dinyatakan pailit. Kita baru baru cek, utamanya yang di Jakarta yah, itu sudah ada yang dicongkelin atap dan tegel-tegelnya, itu tentu mengurangi nilai jualnya," ungkap Susi kepada SINDOnews.
Ia tak menampik lesunya perekonomian akibat pandemi COVID-19 juga menjadi penyebab tak lakuknya aset. Namun meski demikian, pihaknya tidak akan melakukan penundaan pelelangan guna menunggu pulihnya kondisi ekonomi.
"Akan memakan biaya lebih besar, termasuk biaya penjagaan dan perawatannya. Apalagi kita prediksi nilainya juga tidak akan naik. Belum lagi korban (nasabah PT Abu Tours) pastinya akan lama mendapatkan ganti ruginya," ungkap Susitan.
Lihat Juga :