Muncul Klaster Sekolah, DPRD Jateng: Hentikan Pembelajaran Tatap Muka!
Jum'at, 14 Agustus 2020 - 11:21 WIB
loading...
Pembelajaran tatap muka menuai hasil negatif setelah muncul sejumlah klaster baru penyebaran COVID-19 di sekolah. Foto/Ilustrasi
A
A
A
SEMARANG - Pembelajaran tatap muka menuai hasil negatif setelah muncul sejumlah klaster baru penyebaran COVID-19 di sekolah . Dengan kejadian itu, pemerintah diminta menghentikan pembelajaran tatap muka di semua zona dan di semua sekolah kemudian memperkuat pembelajaran daring.
(Baca juga: Alhamdulillah, 5 Kelurahan di Surabaya Sudah Nol Kasus COVID-19 )
Anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto mengungkapkan munculnya klaster baru COVID-19 di sekolah sesuai prediksi dan pihaknya telah mengingatkan. Alasannya, banyak masyarakat yang masih abai pada protokol kesehatan. Kebiasaan masyarakat itu diikuti anak-anak atau siswa.
"Dengan munculnya klaster baru penyebaran COVID-19 di sekolah , tak ada pilihan selain menghentikan pembelajaran tatap muka. Jangan sampai anak-anak menjadi korban," tegas Yudi, Kamis (13/8/2020).
Seperti diketahui, sejumlah klaster baru penyebaran COVID-19 di sekolah muncul di tanah air, seperti di Tulungagung (Jatim), Kalbar, Sumedang (Jabar) dan di Jateng ada di Kabupaten Tegal dan Pati.
Di Pati, sebanyak 35 santri di salah satu pesantren terkonfirmasi positif COVID-19 setelah dilakukan test swab. Di Kabupaten Tegal, satu siswa dinyatakan positif COVID-19 dan 29 orang disebut menjadi kontak eratnya di SD Bogares Kidul 02, Kecamatan Pangkah.
(Baca juga: 3 Kendaraan Besar Tabrakan, 2 Orang Tewas di Cipularang )
(Baca juga: Alhamdulillah, 5 Kelurahan di Surabaya Sudah Nol Kasus COVID-19 )
Anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto mengungkapkan munculnya klaster baru COVID-19 di sekolah sesuai prediksi dan pihaknya telah mengingatkan. Alasannya, banyak masyarakat yang masih abai pada protokol kesehatan. Kebiasaan masyarakat itu diikuti anak-anak atau siswa.
"Dengan munculnya klaster baru penyebaran COVID-19 di sekolah , tak ada pilihan selain menghentikan pembelajaran tatap muka. Jangan sampai anak-anak menjadi korban," tegas Yudi, Kamis (13/8/2020).
Seperti diketahui, sejumlah klaster baru penyebaran COVID-19 di sekolah muncul di tanah air, seperti di Tulungagung (Jatim), Kalbar, Sumedang (Jabar) dan di Jateng ada di Kabupaten Tegal dan Pati.
Di Pati, sebanyak 35 santri di salah satu pesantren terkonfirmasi positif COVID-19 setelah dilakukan test swab. Di Kabupaten Tegal, satu siswa dinyatakan positif COVID-19 dan 29 orang disebut menjadi kontak eratnya di SD Bogares Kidul 02, Kecamatan Pangkah.
(Baca juga: 3 Kendaraan Besar Tabrakan, 2 Orang Tewas di Cipularang )
Lihat Juga :