Mandi saat Hujan, Gadis Kecil Tewas Tenggelam di Sungai Komering

loading...
Mandi saat Hujan, Gadis Kecil Tewas Tenggelam di Sungai Komering
Keluarga dan teman-teman Nadin menangis saat jasad gadis kecil itu disemayamkan di rumah duka. Foto/Istimewa
OGAN KOMERING ILIR - Keluarga, tetangga dan teman-temannya tak kuasa menahan tangis ketika jasad Nadin Dwi Putri, bocah 9 tahun, ditemukan meninggal dunia di Sungai Komering.

Nadin warga Desa Tanjung Serang, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, hilang terseret arus Sungai Komering saat mandi bersama teman-temannya sekitar pukul 16.30 WIB pada Selasa (11/08/2020). Jasadnya baru ditemukan Rabu pagi (12/08/2020) di Desa Tanjung Menang. (BACA JUGA:Pengawasan Lemah, Ratusan Pembatas Jembatan Ampera Rusak)

Menurut salah seorang warga setempat, Zalwan (56), bocah perempuan kelas 4 sekolah dasar ini diketahui hilang tenggelam di Sungai Komering yang berada di Kampung I, Desa Tanjung Serang, Kecamatan Kayuagung. (BACA JUGA:Anak Durhaka Ini Nyaris Memperkosa dan Menembak Ibu Kandung)

"Saat itu dia mandi terbawa arus sungai lantaran turun hujan yang cukup deras. Melihat hal tersebut, Gina langsung berlari meminta pertolong warga," kata Zalwan. (BACA JUGA:Dini Hari, Polisi Bekuk Pelaku Pembunuhan Sadis di Palembang)



Namun ketika warga datang dan sampai di lokasi untuk memberikan pertolongan, anak kedua dari pasangan Elis dan Ujang ini sudah hilang.

Setelah mendapat laporan warga, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKI langsung meluncur ke lokasi kejadian. Setiba di lokasi, tim bersama warga langsung melakukan pencarian terhadap korban hingga malam hari, namun tidak membuahkan hasil.

Lalu keesokan paginya, tim BPBD OKI bersama warga melanjutkan pencarian berhasil menemukan korban di Desa Tanjung Menang, Kecamatan Kayuagung, yang berjarak kurang lebih 2 kilometer dari lokasi tenggelam.



Melihat korban yang ditemukan dalam keadaan tak bernyawa, Isak tangis keluarga pun pecah kala tim BPBD OKI membawa jenazah dalam kantong mayat ke rumah duka.

Keluarga hanya bisa pasrah mendapatkan kenyataan pahit tersebut. Sang ibu juga tak henti-hentinya meneteskan air mata, sembari memeluk jenazah buah hatinya. “Walaupun berat, namun kami telah rela. Mudah-mudahan ada hikmah atas kejadian ini,” ungkap Joni, paman korban.
(awd)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top