Corona Masih Mengancam, Warga Bandung Diimbau Tak Gelar Agustusan

Minggu, 09 Agustus 2020 - 14:47 WIB
loading...
Corona Masih Mengancam,...
Warga Kota Bandung menggelar lomba balap karung untuk memeriahkan perayaan HUT Kemerdekaan RI tahun lalu. Foto/SINDOnews/Dok
A A A
BANDUNG - Perayaan HUT Kemerdekaan RI setiap tanggal 17 Agustus biasanya dimeriahkan dengan berbagai perlombaan dan panggung hiburan. Namun tahun ini, kemungkinan tak semeriah tahun-tahun sebelumnya.

Pasalnya, virus Corona atau Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) masih mengancam sehingga masyarakat Kota Bandung diimbau tak menggelar acara yang menyebabkan kerumunan massa yang berisiko terhadap meluasnya penularan Corona. (BACA JUGA: Surat Edaran Bupati Purwakarta Terbit, Kegiatan Agustusan Dilarang )

Imbauan itu disampaikan Wali Kota Bandung Oded M Danial dan Ketua Karawang Taruna Kota Bandung Andri Gunawan. (BACA JUGA: Satu Bulan ke Depan, Jabar Diprediksi Tambah 3.000 Kasus Baru COVID-19 )

"Sebagai gantinya, anggaran untuk Agustusan lebih baik digunakan untuk membeli sembako dan dibagikan ke masyarakat terdampak COVID-19. Jadikan momentum Hari Kemerdekaan ini semua merdeka termasuk dari rasa lapar," kata Ketua Karang Taruna Kota Bandung Andri Gunawan, Minggu (9/8/2020). (BACA JUGA: Tahun Lalu, Platform Daring Dorong Ekonomi Jabar hingga Rp10,1 Triliun )

Andi menilai, pandemi COVID-19 yang membuat masyarakat terdampak, kesusahan tak elok bila kegiatan 17-an diselenggarakan meriah. "Jangan ada panggung dan lomba-lomba. Konversi anggarannya menjadi sembako dan bagikan kepada tetangga yang butuh. Lebih baik anggarannya Rp100-Rp200 ribu dibelikan sembako. Itu bisa memenuhi kebutuhan hidup orang sampai dua hari," ujar dia.

Dalam kondisi krisis saat ini, tutur dia, lebih baik berbagi. Untuk itu, pihaknya telah menyampaikan kepada pengurus karang taruna wilayah agar menghindari kegiatan bersifat euforia atau hura-hura.

Andri menuturkan, setiap tahun Karang Taruna di setiap kelurahan di Kota Bandung mendapatkan anggaran dari Pemkot Bandung melalui Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK).

"Setiap Karang Taruna di wilayah (kelurahan) mendapat bantuan Rp100 juta. Biasanya itu digunakan untuk panggung Agustusan, Muludan acara bakti sosial. Namun, untuk tahun ini anggaran itu tidak ada. Kami memahami pemkot juga tidak punya uang," tutur dia.

Selain itu, Andri juga meminta pengurus Karang Taruna kewilayahan di Kota Bandung tak meminta dana di pinggir jalan untuk kegiatan Agustusan.

"Kami juga imbau Karang Taruna tidak nongkrong di pinggir jalan (minta-minta). Banyak cara yang lebih baik," ungkap Andri.

Cara lain yang bisa dilakukan, kata Andri, mengetuk rumah warga yang memiliki kemampuan ekonomi lebih.

"Di lingkungan ada warga yang berlebih, diketuk saja rumahnya, hatinya. Sampaikan ada warga yang kurang mampu. Jadi, Karang Taruna menjadi jembatan antara yang mampu dan yang tidak mampu," kata dia.

Para pemuda bisa juga mengumpukan pakaian bekas pakai untuk dijual dan hasilnya dibelikan sembako untuk disumbangkan kepada warga yang kurang mampu. Seperti dilakukan oleh Karang Taruna Kelurahan Sukawarna.

"Ada juga yang membersihkan jalan, kemudian mendapat sumbangan dari warga. Hasilnya dibelikan sembako untuk dibagikan kepada warga terdampak Corona. Jadi jangan meminta-minta," kata dia.

Sebelumnya Pemkot Bandung melarang kegiatan hura-hura untuk memperingati HUT RI. "(Kegiatan Agustusan) dilarang. Kan tidak boleh ada kerumunan," kata Wali Kota Bandung Oded M Danial di Balai Kota Bandung, Jumat (7/8/2020).

Saat ini, ujar Oded, pandemi COVID-19 masih terjadi dan Kota Bandung berada di zona orange. Artinya, meski tak terjadi peningkatan kasus, tetapi COVID-19 masih mengancam.

"Jangankan hiburan, kata dia, upacara HUT RI pun hanya dilakukan di tingkat kabupaten dan kota dengan jumlah peserta 10 orang. Jadi di sini, (upacara HUT RI di halaman balai kota) hanya 10 orang," ujar Oded.
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPRD Kota Bandung Resmi...
DPRD Kota Bandung Resmi Sahkan Perda Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko
Ribuan Bobotoh Kumpul...
Ribuan Bobotoh Kumpul di Kawasan Gedung Merdeka, Teriakan Juara Bergema
Pansus 12 DPRD Kota...
Pansus 12 DPRD Kota Bandung Rampungkan Raperda Kesejahteraan Sosial, Segera Masuki Tahap Harmonisasi
DPRD Kota Bandung Targetkan...
DPRD Kota Bandung Targetkan Raperda Pencegahan Perilaku Seksual Berisiko Segera Rampung
Bandung Kembali Mencekam,...
Bandung Kembali Mencekam, Kelompok Berpakaian Hitam Mengamuk di DPRD Jabar
Imbas Demo Ricuh di...
Imbas Demo Ricuh di Bandung, 5 Bangunan Ludes Dibakar
Libatkan Publik Pilih...
Libatkan Publik Pilih Logo HUT ke-81 RI, Mensesneg: Simbol Kebangsaan Milik Bersama
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
SPMB Kota Bandung 2026...
SPMB Kota Bandung 2026 Tahap 1 Dibuka, Simak Kuota, Syarat, dan Jadwal
Rekomendasi
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Infografis
Mayoritas Warga Israel...
Mayoritas Warga Israel Tak Percaya Cara Netanyahu di Perang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved