Tahun Lalu, Platform Daring Dorong Ekonomi Jabar hingga Rp10,1 Triliun

loading...
Tahun Lalu, Platform Daring Dorong Ekonomi Jabar hingga Rp10,1 Triliun
Tahun Lalu, Platform Daring Dorong Ekonomi Jabar hingga Rp10,1 Triliun. Foto/Ist
BANDUNG - Pengembangan ekonomi oleh pekerja lepas dan UMKM menggunakan platform online Grab di Jabar tercatat memberi kontribusi hingga Rp10,1 triliun pada tahun 2019.

Pencapaian itu didasarkan pada hasil studi Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics.

Saat ini Grab menyebut ada lebih dari 150.000 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia yang bergabung dengan Grab selama pandemi.

Studi lain menyebut, bahwa Grab tidak hanya menawarkan peluang ekonomi yang lebih baik bagi pekerja informal (yang merupakan 56,5% dari total tenaga kerja Indonesia), tetapi juga meningkatkan pertumbuhan bisnis kecil. Platform ini juga menciptakan lapangan pekerjaan di luar platform Grab, serta meningkatkan kualitas hidup mitra sebesar 11%.



"Kami terus berupaya agar pelaku usaha dalam skala mikro sekalipun dapat bertahan dalam situasi apa pun. Solusi yang kami hadirkan tentunya dirancang untuk membantu UMKM lebih mudah beradaptasi dalam ekonomi digital dan perkembangan zaman dengan persaingan yang semakin ketat," kata Head of West Indonesia Grab Indonesia Richard Aditya.

Menurut dia, 12% mitra merchant Grab Food di kota Bandung terinspirasi untuk memulai bisnisnya karena adanya Grab Food.

Semantara 15% mitra merchant menggunakan Grab Food saat pertama kali memulai bisnisnya. Mereka juga menyerap tenaga kerja dari komunitas mereka, di mana 31% mitra menambah hingga 3 pegawai baru sejak bergabung dengan Grab.



Dari sisi pendapatan, kata dia, merchant Grab Food Bandung yang disurvei melihat peningkatan pendapatan hingga 37% menjadi Rp54,9 juta per bulan.

Sedangkan rata-rata pendapatan agen Grab Kios Bandung meningkat 11% menjadi Rp14,9 juta per bulan sejak bergabung. (Baca juga: Patimban Dirancang Jadi Kota Pelabuhan Terbaik se-Asia Tenggara)

Sementara mitra pengemudi Grab Car dan Grab Bike di kota Bandung dengan peningkatan pendapatan hingga 64% menjadi Rp6,4 juta per bulan dan 138% menjadi Rp5,3 juta per bulan setelah bergabung dengan Grab. (Baca juga: Hari Minggu, Kota Bandung Bakal Diguyur Hujan pada Sore dan Malam)

Penjahit rumahan di Bandung, Idah Sri Astuti (42) mengaku, dia bergabung dengan Grab Kios pada 2018 dengan sedikit modal yang didapatkan dari penghasilan bulanan suaminya. Sedangkan aktivitas rutin harian lainnya adalah menjadi guru TK.

"Pernah dalam satu bulan, saya mendapatkan rekor penjualan sangat besar, dan pendapatan saya dari Grab Kios meningkat hingga 200% apabila dibandingkan dengan penghasilan dari menjahit. Saat masuk masa pandemi, order menjahit tidak ada sama sekali dan saya hanya bergantung dari mengajar dan berjualan lewat Grab Kios," katanya.
(boy)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top