Pemkab Banyuasin Cari Investor untuk Pengelolaan Sabut Kelapa

loading...
Pemkab Banyuasin Cari Investor untuk Pengelolaan Sabut Kelapa
Pemkab Banyuasin mencari investor untuk pengelolaan sabut kelapa.Foto/ist
A+ A-
BANYUASIN - Bukan hanya penghasil beras dan ikan saja, namun Kabupaten Banyuasin juga daerah penghasil terbesar buah kelapa di Provinsi Sumatera Selatan.

Tingginya produksi kelapa yang diekspor hingga ke Tiongkok dan Thailand ini tentunya juga menyisakan limbah kulit kelapa atau yang dikenal sabut kelapa. Namun karena selama hanya dianggap sampah, sehingga sabut kelapa terbuang percuma tanpa bisa dimanfaatkan.

Menyadari hal itu, Bupati Banyuasin Askolani menugaskan PT Sei Sembilang bersama Bappeda Litbang dan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM untuk melakukan penjajakan kerja sama dengan PT Agri Lestari Nusantara untuk mengelola sabut kelapa. Apalagi, pabrik kelapa di Desa Teluk Payo, Kecamatan Banyuasin II sudah dibangun dan segera dioperasionalkan

"Kami sudah ke Lampung Timur, meninjau pabrik pengolahan sabut kelapa milik PT Agri Lestari Nusantara," kata Direktur PT Sei Sembilang Ardiansyah.
Baca juga:Lima Pelaku Pembunuhan di Padangsidimpuan Ditangkap, Satu Tewas.

Dikatakan Ardiansyah, PT Agri Lestari Nusantara direncanakan akan bekerja sama dengan PT Sei Sembilang dalam mengelola sabut kelapa sehingga menjadi lebih bernilai.



"Masyarakat kita selama ini cuma jual dalam bentuk bahan mentah (hanya jual buah kelapa), sabut kelapa sisa dijual itu cuma terbuang percuma. Ke depan akan kita kelola sehingga menjadikan bahan yang bernilai ekspor," katanya.

Ardiansyah mengungkapkan, peluang untuk mengelola dan menjadikan sabut kelapa bernilai ekspor sangat besar, mengingat bahan bakunya sangat banyak tersedia di Kabupaten Banyuasin.

"Ini bisa menjadi sumber PAD baru dan bisa menyerap tenaga kerja bagi masyarakat Banyuasin. Mohon doanya, insyaallah kerja sama ini bisa berjalan sesuai rencana," harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Banyuasin Aidil Fitri mengatakan, luas perkebunan kelapa rakyat di Banyuasin 48.053 hektare (ha), dengan produksi sebanyak 46.496 ton per tahun, dan dimiliki oleh 33.779 kepala keluarga.

Jumlah produksi tersebut masih bisa ditingkatkan, mengingat dari 48.053 ha luas perkebunan kelapa, seluas 2.813 ha tanaman akan mulai menghasilkan atau belum menghasilkan.



Sentra Kelapa Banyuasin tersebar di 21 kecamatan. Luas lahan terbesar berada di Kecamatan Banyuasin II, yakni 8.855 ha. Lalu di Makartijaya 7.128 ha, Muara Sugihan 6.490 ha, Muara Padang 5.161 ha, Sumber Muara Telang 5.711 ha, Air Kumbang 2.911 ha, Pulau Rimau 3.633 ha, dan Muara Telang 2.823 ha.

"Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Sumsel, kelapa masuk dalam 10 komoditas ekspor nonmigas andalan Sumsel. Kalau kita lihat per Oktober 2019 lalu, kelapa menduduki peringkat ke-9 untuk nilai ekspor yang mencapai US$2,51 juta,” kata Aidil.

"Ekspor yang mayoritas merupakan kelapa bulat itu berkontribusi sebesar 0,47% terhadap total nilai ekspor nonmigas Bumi Sriwijaya," terang Idil lagi.

Dari data yang sama, lanjut Idil, penghasil terbesar buah kelapa di Sumsel, tersebar di Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin, OKU dan Musi Rawas. Jumlah petani di empat kabupaten tersebut juga mencapai angka lebih 30.000 kepala keluarga. Dari sisi produksi, penghasil terbesar berasal dari kabupaten Banyuasin yang mencapai 46.496 ton pertahun.
(msd)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top