Pemkab Banyuasin Cari Investor untuk Pengelolaan Sabut Kelapa

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 03:45 WIB
loading...
Pemkab Banyuasin Cari...
Pemkab Banyuasin mencari investor untuk pengelolaan sabut kelapa.Foto/ist
A A A
BANYUASIN - Bukan hanya penghasil beras dan ikan saja, namun Kabupaten Banyuasin juga daerah penghasil terbesar buah kelapa di Provinsi Sumatera Selatan.

Tingginya produksi kelapa yang diekspor hingga ke Tiongkok dan Thailand ini tentunya juga menyisakan limbah kulit kelapa atau yang dikenal sabut kelapa. Namun karena selama hanya dianggap sampah, sehingga sabut kelapa terbuang percuma tanpa bisa dimanfaatkan.

Menyadari hal itu, Bupati Banyuasin Askolani menugaskan PT Sei Sembilang bersama Bappeda Litbang dan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM untuk melakukan penjajakan kerja sama dengan PT Agri Lestari Nusantara untuk mengelola sabut kelapa. Apalagi, pabrik kelapa di Desa Teluk Payo, Kecamatan Banyuasin II sudah dibangun dan segera dioperasionalkan

"Kami sudah ke Lampung Timur, meninjau pabrik pengolahan sabut kelapa milik PT Agri Lestari Nusantara," kata Direktur PT Sei Sembilang Ardiansyah.
Baca juga: Lima Pelaku Pembunuhan di Padangsidimpuan Ditangkap, Satu Tewas .

Dikatakan Ardiansyah, PT Agri Lestari Nusantara direncanakan akan bekerja sama dengan PT Sei Sembilang dalam mengelola sabut kelapa sehingga menjadi lebih bernilai.

"Masyarakat kita selama ini cuma jual dalam bentuk bahan mentah (hanya jual buah kelapa), sabut kelapa sisa dijual itu cuma terbuang percuma. Ke depan akan kita kelola sehingga menjadikan bahan yang bernilai ekspor," katanya.

Ardiansyah mengungkapkan, peluang untuk mengelola dan menjadikan sabut kelapa bernilai ekspor sangat besar, mengingat bahan bakunya sangat banyak tersedia di Kabupaten Banyuasin.

"Ini bisa menjadi sumber PAD baru dan bisa menyerap tenaga kerja bagi masyarakat Banyuasin. Mohon doanya, insyaallah kerja sama ini bisa berjalan sesuai rencana," harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Banyuasin Aidil Fitri mengatakan, luas perkebunan kelapa rakyat di Banyuasin 48.053 hektare (ha), dengan produksi sebanyak 46.496 ton per tahun, dan dimiliki oleh 33.779 kepala keluarga.

Jumlah produksi tersebut masih bisa ditingkatkan, mengingat dari 48.053 ha luas perkebunan kelapa, seluas 2.813 ha tanaman akan mulai menghasilkan atau belum menghasilkan.

Sentra Kelapa Banyuasin tersebar di 21 kecamatan. Luas lahan terbesar berada di Kecamatan Banyuasin II, yakni 8.855 ha. Lalu di Makartijaya 7.128 ha, Muara Sugihan 6.490 ha, Muara Padang 5.161 ha, Sumber Muara Telang 5.711 ha, Air Kumbang 2.911 ha, Pulau Rimau 3.633 ha, dan Muara Telang 2.823 ha.

"Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Sumsel, kelapa masuk dalam 10 komoditas ekspor nonmigas andalan Sumsel. Kalau kita lihat per Oktober 2019 lalu, kelapa menduduki peringkat ke-9 untuk nilai ekspor yang mencapai US$2,51 juta,” kata Aidil.

"Ekspor yang mayoritas merupakan kelapa bulat itu berkontribusi sebesar 0,47% terhadap total nilai ekspor nonmigas Bumi Sriwijaya," terang Idil lagi.

Dari data yang sama, lanjut Idil, penghasil terbesar buah kelapa di Sumsel, tersebar di Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin, OKU dan Musi Rawas. Jumlah petani di empat kabupaten tersebut juga mencapai angka lebih 30.000 kepala keluarga. Dari sisi produksi, penghasil terbesar berasal dari kabupaten Banyuasin yang mencapai 46.496 ton pertahun.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kota Bontang Buktikan...
Kota Bontang Buktikan Daya Tarik Investasi, Sinyal Positif bagi Investor Baru
Bangun Pariwisata Hijau,...
Bangun Pariwisata Hijau, Bontang Ubah Kota Industri Jadi Destinasi Wisata Edukatif
Pengurus DPW Asprindo...
Pengurus DPW Asprindo Sulawesi Tengah Periode 2025-2030 Resmi Dilantik
Tindak Tegas Oknum Kadin...
Tindak Tegas Oknum Kadin Cilegon, Polda Banten Ciptakan Rasa Aman Investor
Palak Investor China...
Palak Investor China Rp5 Triliun, Ketua Kadin Cilegon Jadi Tersangka lalu Ditahan
Pemprov Gorontalo Ajak...
Pemprov Gorontalo Ajak Investor Atasi Stunting dan Kemiskinan Ekstrem
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
Menakar Efek di Balik...
Menakar Efek di Balik Isu Pergantian Menkeu, Awas! Ganggu Kepercayaan Publik dan Investor
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Rekomendasi
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Mengapa Anak Yatim Begitu...
Mengapa Anak Yatim Begitu Istimewa di Mata Allah? Ini Penjelasannya
GIC: Ziarah Kapolri...
GIC: Ziarah Kapolri Bentuk Penghormatan Tulus terhadap Tokoh Bangsa Tanpa Kecuali
Berita Terkini
Diresmikan Pramono dan...
Diresmikan Pramono dan Dudy, Stasiun JIS Resmi Beroperasi
Sahroni Desak Polisi...
Sahroni Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Wanita di Bandung: Hukum Berat!
Wisata Berbasis Budaya,...
Wisata Berbasis Budaya, Tabanan Gelar Parade Gebogan dan Baleganjur
BTS Pilih Konser di...
BTS Pilih Konser di GBK Ketimbang JIS, Pramono: Yang Penting Pajaknya Masuk Jakarta
Dari Barak Militer ke...
Dari Barak Militer ke Panggung Politik, Perjalanan Ferry Irawan Panglima Baru Perindo Sultra
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo Setinggi 1 Meter, Kuasa Hukum: Ijazah Jokowi Kembali Menelan Korban
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved