Momen Belanda Tangkap dan Rampas Harta Kiai Murmo Bikin Pangeran Diponegoro Murka
Rabu, 15 November 2023 - 08:00 WIB
loading...
Lukisan mengisahkan Pangeran Diponegoro ditangkap pasukan Belanda. Foto/Istimewa
A
A
A
Pangeran Diponegoro dibuat marah karena penangkapan salah satu pemuka agama Islam di desa perdikan atau desa bebas pajak. Sosok tokoh ulama itu bernama Kiai Murmo Wijoyo, guru agama terpandang dan memiliki kekayaan luar biasa.
Konon Kiai Murmo Wijoyo memiliki hubungan dengan ayah Pangeran Diponegoro, kiai tersebut konon merupakan salah satu guru agama yang mengunjungi Tegalrejo, kampung halaman Pangeran Diponegoro.
Sang pangeran jelas sangat menghormati kiai tersebut, hal itu membuatnya dibuat kecewa karena penangkapan Kiai Murmo Wijoyo dan diasingkan ke Ambon.
Baca Juga: Kisah Perempuan Peranakan China yang Membuat Kesaktian Pangeran Diponegoro Hilang
Peter Carey dalam bukunya “Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro: 1785 – 1855” menyebut bahwa Belanda saat itu mencoba menguasai harta benda sang kiai yang terkenal kayak itu. Kemudian Belanda dikisahkan menjarah beberapa kekayaan Desa Kepundung.
Nahuys sosok residen Belanda, mengonfirmasi pendapat ini dengan menunjukkan bahwa penyitaan-perampasan harta benda Kiai Murmo telah menimbulkan kesan sangat buruk di Keraton Yogya.
Sekalipun sang guru agama itu akhirnya diizinkan kembali ke Semarang pada bulan September 1824. Namun kondisi kesehatan guru agama itu sudah sedemikian buruk dan ia tutup usia tanpa pernah melihat keluarganya lagi.
Konon Kiai Murmo Wijoyo memiliki hubungan dengan ayah Pangeran Diponegoro, kiai tersebut konon merupakan salah satu guru agama yang mengunjungi Tegalrejo, kampung halaman Pangeran Diponegoro.
Sang pangeran jelas sangat menghormati kiai tersebut, hal itu membuatnya dibuat kecewa karena penangkapan Kiai Murmo Wijoyo dan diasingkan ke Ambon.
Baca Juga: Kisah Perempuan Peranakan China yang Membuat Kesaktian Pangeran Diponegoro Hilang
Peter Carey dalam bukunya “Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro: 1785 – 1855” menyebut bahwa Belanda saat itu mencoba menguasai harta benda sang kiai yang terkenal kayak itu. Kemudian Belanda dikisahkan menjarah beberapa kekayaan Desa Kepundung.
Nahuys sosok residen Belanda, mengonfirmasi pendapat ini dengan menunjukkan bahwa penyitaan-perampasan harta benda Kiai Murmo telah menimbulkan kesan sangat buruk di Keraton Yogya.
Sekalipun sang guru agama itu akhirnya diizinkan kembali ke Semarang pada bulan September 1824. Namun kondisi kesehatan guru agama itu sudah sedemikian buruk dan ia tutup usia tanpa pernah melihat keluarganya lagi.
Lihat Juga :