Memilukan! Warga Tandu Jenazah Pendeta Sejauh 30 Km Menyeberangi Sungai dan Jalan Berlumpur
Rabu, 19 Juli 2023 - 18:17 WIB
loading...
Jenazah seorang pendeta, Darma warga Kampung Baru, Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, harus ditandu sejauh 30 km melintasi jalan berlumpur dan menyeberangi sungai. Foto/iNews TV/Nasruddin Rubak
A
A
A
LUWU UTARA - Buruknya infrastruktur di wilayah Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, mengakibatkan warga harus berjalan kaki sambil menandu jenazah seorang pendeta sejauh 30 km. Warga yang membawa jenazah tersebut, harus melintasi jalan berlumpur dan menyeberangi sungai.
Baca juga: Miris! Hendak Melahirkan, Ibu Hamil Harus Ditandu 8 Km Akibat Jalan Rusak
Pendeta yang diketahui bernama Darma tersebut, merupakan warga Kampung Baru, Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara. Pendeta tersebut meninggal dunia di Kota Makassar, dan berwasiat untuk dimakamkan di tanah kelahirannya di Kecamatan Seko.
Keluarga pendeta tersebut, akhirnya membawa jenazah dari Kota Makassar, menggunakan ambulans. Namun, akibat buruknya infrastruktur jalan, ambulans hanya bisa sampai di wilayah Kecamatan Sabbang, dan harus dilanjutkan dengan ditandu sambil berjalan kaki ke Kecamatan Seko, sejauh 30 km.
Baca juga: Gempa Tremor Menerus Terdeteksi dari Perut Gunung Lokon
Para pembawa jenazah tersebut, harus berjibaku di jalan berlumpur karena tidak ada jalan yang memadai, dan harus menyeberangi derasnya sungai karena tidak ada jembatan. Kondisi ini membuat anggota DPRD Kabupaten Luwu Utara, dari Partai Perindo, Yusuf Paebonan prihatin.
Baca juga: Miris! Hendak Melahirkan, Ibu Hamil Harus Ditandu 8 Km Akibat Jalan Rusak
Pendeta yang diketahui bernama Darma tersebut, merupakan warga Kampung Baru, Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara. Pendeta tersebut meninggal dunia di Kota Makassar, dan berwasiat untuk dimakamkan di tanah kelahirannya di Kecamatan Seko.
Keluarga pendeta tersebut, akhirnya membawa jenazah dari Kota Makassar, menggunakan ambulans. Namun, akibat buruknya infrastruktur jalan, ambulans hanya bisa sampai di wilayah Kecamatan Sabbang, dan harus dilanjutkan dengan ditandu sambil berjalan kaki ke Kecamatan Seko, sejauh 30 km.
Baca juga: Gempa Tremor Menerus Terdeteksi dari Perut Gunung Lokon
Para pembawa jenazah tersebut, harus berjibaku di jalan berlumpur karena tidak ada jalan yang memadai, dan harus menyeberangi derasnya sungai karena tidak ada jembatan. Kondisi ini membuat anggota DPRD Kabupaten Luwu Utara, dari Partai Perindo, Yusuf Paebonan prihatin.
Lihat Juga :