Dewan Minta Pemerintah Kabupaten Maros Berlakukan PSBB
Selasa, 14 April 2020 - 14:26 WIB
loading...
Ketua DPRD Maros Patarai Amir saat membagikan thermometer gun untuk setiap desa di Kecamatan Mallawa. Foto/SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - DPRD meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros segera mengusulkan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna menekan penyebaran virus corona alias covid-19. Pemkab Maros diminta mengikuti jejak Pemkot Makassar yang lebih dulu mengusulkan penerapan PSBB.
Ketua DPRD Maros, Patarai Amir, berpendapat Maros menjadi salah satu wilayah transmisi baru penyebaran corona di Sulsel. Hal itu diperparah dengan sikap masyarakat yang sebagian besar masih belum taat dengan anjuran pemerintah. Maros diketahui masuk tiga besar dengan kasus positif covid-19 tertinggi di Sulsel.
“Kami sudah meminta agar Pemkab Maros mengajukan PSBB. Sulsel dari skala penduduk, kita ini urutan kedua dari Jakarta penyebaran covid-nya. Nah Maros ini sudah menjadi transmisi baru penyebaran dan juga banyak masyarakat kita yang belum patuh,” kata Patarai, Selasa (14/4/2020).
Kata Patarai, tiga wilayah di Sulsel dengan kasus tertinggi corona yakni Makassar, Gowa dan Maros tidak bisa boleh dipisahkan dalam penanganan covid-19. Pemerintah di tiga wilayah itu harus segera berkoordinasi untuk mengambil langkah PSBB seperti di Jakarta.
"Apalagi sekarang ada klaster baru yakni di bandara. Di sana sudah ada delapan orang petugasnya yang positif. Ini semua harus diantisipasi secara cepat oleh pemerintah di tiga wilayah itu. Memang Maros, Makassar dan Gowa tidak bisa dipisahkan penanganannya," lanjutnya.
Ketua DPRD Maros, Patarai Amir, berpendapat Maros menjadi salah satu wilayah transmisi baru penyebaran corona di Sulsel. Hal itu diperparah dengan sikap masyarakat yang sebagian besar masih belum taat dengan anjuran pemerintah. Maros diketahui masuk tiga besar dengan kasus positif covid-19 tertinggi di Sulsel.
“Kami sudah meminta agar Pemkab Maros mengajukan PSBB. Sulsel dari skala penduduk, kita ini urutan kedua dari Jakarta penyebaran covid-nya. Nah Maros ini sudah menjadi transmisi baru penyebaran dan juga banyak masyarakat kita yang belum patuh,” kata Patarai, Selasa (14/4/2020).
Kata Patarai, tiga wilayah di Sulsel dengan kasus tertinggi corona yakni Makassar, Gowa dan Maros tidak bisa boleh dipisahkan dalam penanganan covid-19. Pemerintah di tiga wilayah itu harus segera berkoordinasi untuk mengambil langkah PSBB seperti di Jakarta.
"Apalagi sekarang ada klaster baru yakni di bandara. Di sana sudah ada delapan orang petugasnya yang positif. Ini semua harus diantisipasi secara cepat oleh pemerintah di tiga wilayah itu. Memang Maros, Makassar dan Gowa tidak bisa dipisahkan penanganannya," lanjutnya.
Lihat Juga :