Saat Petugas Coklit Pilkada Blitar Dikira Tenaga Medis Covid-19

loading...
Saat Petugas Coklit Pilkada Blitar Dikira Tenaga Medis Covid-19
Petugas melakukan pengawasan saat berlangsungnya pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pilkada Kabupaten Blitar 2020. Foto/Ist
BLITAR - Alat pelindung diri (APD) COVID-19 yang dipakai Petugas Pencocokan dan Penelitian (coklit) data pemilih pilkada Kabupaten Blitar 2020, Heri, membuatnya sedikit kerepotan menuntaskan tugasnya.

Pada hari pertama kerja, Heri menjumpai tidak sedikit pemilik rumah yang dia datangi, tiba-tiba menutup pintu rumah.

"Warga seperti takut takut gitu," ujar atu relawan atau petugas coklit KPU di wilayah Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Solichan Arif. (Baca juga: Bawaslu Siap Antisipasi Pelanggaran Tahapan Coklit Data Pemilih di Pilkada)

Dalam bertugas, Heri mengenakan APD lengkap. Masker, face shield mika bening, serta topi, juga dia kenakan. Sesuai arahan yang didapat, Heri juga memakai kemeja putih dipadu celana gelap. (Baca juga: Viral APD Unik Dokter Cantik, Fashionable Buat Pasien Nyaman)

Sepintas memang seperti petugas kesehatan yang tengah menangani kasus COVID-19. "Banyak yang mengira saya petugas kesehatan yang hendak melakukan pemeriksaan COVID-19. Karenanya begitu didatangi, pintu rumah langsung buru buru ditutup," kata Heri menceritakan pengalamannya sembari ketawa.

Ada juga warga yang bergaya pura pura tidak melihat. Mungkin hal ini terjadi karena warga khawatir didatangi petugas kesehatan. Mereka pikir, petugas kesehatan tengah melakukan tracing kasus COVID-19. Begitu dari jauh melihat kedatangannya, yang bersangkutan mendadak ngeloyor pergi ke belakang rumah.

"Yang bersangkutan tidak tahu kalau yang datang itu saya, tetangganya sendiri," ujar Heri. Pintu rumah memang dibiarkan terbuka. Namun saat berulangkali mengucap salam, tidak terdengar sahutan dari dalam rumah. "Ada juga yang mengintip dari balik selambu korden. Saya sampai setengah teriak mengatakan kalau yang datang bukan petugas kesehatan," kata Heri.

Banyak warga yang berterus-terang kalau mereka takut didatangi petugas kesehatan. Terutama terkait dengan COVID-19. Itu sebabnya kenapa mereka memilih menghindar saat melihat ada orang berpakaian menyerupai petugas kesehatan.

Fenomena "kucing-kucingan" tersebut ternyata dialami sebagian besar petugas coklit yang bekerja di lapangan. "Tidak saya saja yang mengalami. Rata rata yang lain juga mendapati peristiwa serupa," kata Heri. Karena tugasnya mencoklit harus segera rampung, Heri berinisiatif mengubah penampilan.

Masker tetap dia kenakan sesuai anjuran protokol kesehatan. Namun face shield dan topi dia lepas. Dengan penampilan barunya, menurut Heri, warga menjadi lebih mudah mengenali. Dari jauh mereka sudah tahu kalau dirinya yang datang. "Padahal hanya dicocokkan data pemilihnya dan itu tidak lama," jelas Heri.
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top