Pertempuran Pasukan Pangeran Diponegoro Melawan Koalisi Pacitan dan Belanda
Minggu, 14 Mei 2023 - 07:03 WIB
loading...
Pangeran diponegoro.Foto/ist
A
A
A
Pangeran Diponegoro dan pasukannya konon pernah dikisahkan melakukan perlawanan ke Bupati Pacitan Mas Tumenggung Jogokaryo II. Peristiwa yang disebut dalam Babad Nagara Patjitan sebagai pemberontakan ini karena pemerintahan Jogokaryo II konon berkoalisi dengan Belanda yang terjadi di daerah Glesung.
Pemberontakan itu diawali ketika sang bupati menerima informasi adanya pemberontak yang kembali akan beraksi. Saat itulah Mas Tumenggung Jogokaryo II segera mengumpulkan para pasukannya.
Setelah siap, mereka segera berangkat ke Glesung. Pasukan Pacitan ini dikisahkan dibantu oleh pihak Belanda di bawah pimpinan Tuan Van Vlissingen juga turut serta pasukannya.
Demikian pula Mas Wiryodikromo, saudara Mas Tumenggung Jogokaryo II; Mas Karyosudiro, anak Mas Wiryodikromo, dan masih banyak yang lain yang menyediakan diri sebagai prajurit.
Baca juga: KPU Kabupaten Blitar Tolak Pendaftaran 50 Bacaleg PKB, Ini Penyebabnya
Setibanya di Glesung sebagaimana dikisahkan pada "Kisah Brang Wetan : Berdasarkan Babad Alit dan Babade Nagara Patjitan" terjemahan Karsono Hardjoseputro, mereka menyatu dengan pasukan para bupati monconegoro dan Kompeni Belanda.
Tak berapa lama, pasukan pemberontak yang ribuan jumlahnya datang dengan dipimpin Pangeran Diponegoro. Tetabuhannya aneka jenis berupa gong beri, kethiprak, thong-thong grit, maguru gangsa, ditabuh bertalu-talu. Sebentar-sebentar mereka bersorak-sorai.
Pemberontakan itu diawali ketika sang bupati menerima informasi adanya pemberontak yang kembali akan beraksi. Saat itulah Mas Tumenggung Jogokaryo II segera mengumpulkan para pasukannya.
Setelah siap, mereka segera berangkat ke Glesung. Pasukan Pacitan ini dikisahkan dibantu oleh pihak Belanda di bawah pimpinan Tuan Van Vlissingen juga turut serta pasukannya.
Demikian pula Mas Wiryodikromo, saudara Mas Tumenggung Jogokaryo II; Mas Karyosudiro, anak Mas Wiryodikromo, dan masih banyak yang lain yang menyediakan diri sebagai prajurit.
Baca juga: KPU Kabupaten Blitar Tolak Pendaftaran 50 Bacaleg PKB, Ini Penyebabnya
Setibanya di Glesung sebagaimana dikisahkan pada "Kisah Brang Wetan : Berdasarkan Babad Alit dan Babade Nagara Patjitan" terjemahan Karsono Hardjoseputro, mereka menyatu dengan pasukan para bupati monconegoro dan Kompeni Belanda.
Tak berapa lama, pasukan pemberontak yang ribuan jumlahnya datang dengan dipimpin Pangeran Diponegoro. Tetabuhannya aneka jenis berupa gong beri, kethiprak, thong-thong grit, maguru gangsa, ditabuh bertalu-talu. Sebentar-sebentar mereka bersorak-sorai.
Lihat Juga :