Menteri PPA: Hukuman Seumur Hidup Pemerkosa 5 Anak Kandung dan 2 Cucu di Ambon Manusiawi
Kamis, 02 Februari 2023 - 13:58 WIB
loading...
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati saat diwawancarai awak media di Bogor. Foto/Ist
A
A
A
BOGOR - Vonis hukuman seumur hidup kepada pelaku pemerkosa lima anak kandung dan dua cucunya di Ambon dinilai manusiawi. Hal itu disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati.
"Kita sudah statement, pelaku (pemerkosaan) di Ambon harus disanksi hukuman seberat-beratnya. Ya bagaimana dalam satu rumah menyetubuhi lima anaknya, kemudian juga mencabuli cucunya. Itu sangat tidak manusiawi. Jadi kalau ada yang mengatakan hukuman seumur hidup ini tidak manusiawi, bagi saya itu sangat manusiawi," katanya di Ciawi, Kabupaten Bogor dikutip Kamis (2/2/2023).
Baca juga: Bejat, Ayah Perkosa Anak Kandung dengan Cara Diikat di Kasur
Dia menyatakan, pelaku pemerkosaan, layak mendapat hukuman berat. Itu juga untuk memberikan efek jera kepada pelaku sekaligus peringatan kepada.masyarakat.
Terkait kasus pencabulan di Jawa Barat, Bintang menilai pelaku sangat tidak manusiawi. Korban disetubuhi ketika berada di asrama. Padahal merupakan salah satu tempat pendidikan berbasis agama.
"Ini betul-betul tidak manusiawi. Mereka (korban) kan generasi penerus bangsa. Mereka adalah aset kita kan. Sekarang ini jadinya anak-anak itu ada yang putus sekolah," ujarnya.
Menurutnya, meski sekarang sudah ada pendampingan dari Pemerintah Jawa Barat dan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak secara terintegrasi untuk memberikan pendampingan yang terbaik, namun kasus tersebut tetap disayangkan. Kendati demikian, Bintang bersyukur penanganan kasus pencabulan sudah terintegrasi dengan baik serta tidak ada lagi stigma kepada korban dan keluarganya.
"Kita sudah statement, pelaku (pemerkosaan) di Ambon harus disanksi hukuman seberat-beratnya. Ya bagaimana dalam satu rumah menyetubuhi lima anaknya, kemudian juga mencabuli cucunya. Itu sangat tidak manusiawi. Jadi kalau ada yang mengatakan hukuman seumur hidup ini tidak manusiawi, bagi saya itu sangat manusiawi," katanya di Ciawi, Kabupaten Bogor dikutip Kamis (2/2/2023).
Baca juga: Bejat, Ayah Perkosa Anak Kandung dengan Cara Diikat di Kasur
Dia menyatakan, pelaku pemerkosaan, layak mendapat hukuman berat. Itu juga untuk memberikan efek jera kepada pelaku sekaligus peringatan kepada.masyarakat.
Terkait kasus pencabulan di Jawa Barat, Bintang menilai pelaku sangat tidak manusiawi. Korban disetubuhi ketika berada di asrama. Padahal merupakan salah satu tempat pendidikan berbasis agama.
"Ini betul-betul tidak manusiawi. Mereka (korban) kan generasi penerus bangsa. Mereka adalah aset kita kan. Sekarang ini jadinya anak-anak itu ada yang putus sekolah," ujarnya.
Menurutnya, meski sekarang sudah ada pendampingan dari Pemerintah Jawa Barat dan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak secara terintegrasi untuk memberikan pendampingan yang terbaik, namun kasus tersebut tetap disayangkan. Kendati demikian, Bintang bersyukur penanganan kasus pencabulan sudah terintegrasi dengan baik serta tidak ada lagi stigma kepada korban dan keluarganya.
Lihat Juga :