alexametrics

Kader PDIP Sebut Sejak Dulu Whisnu Tak Dianggap Risma

loading...
Kader PDIP Sebut Sejak Dulu Whisnu Tak Dianggap Risma
Perang dingin antara kedua kubu di jajaran petinggi Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya, antara Wali Kota Tri Rismaharini dengan Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Bua diduga telah lama terjadi. Dokumen/SINDOnews
A+ A-
SURABAYA - Perang dingin antara kedua kubu di jajaran petinggi Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya, antara Wali Kota Tri Rismaharini dengan Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana memang telah lama terjadi. Bahkan nama dan kinerja Whisnu seolah tak dianggap oleh Wali Kota perempuan pertama Surabaya itu.

Kendati persoalan tersebut tak nampak dipermukaan, namun khalayak luas sudah mengetahui bahwa keduanya tengah bersitegang secara halus. Oleh karenanya, peran Whisnu dengan sengaja sama sekali tak dimunculkan ke permukaan oleh Risma.

Kini, menjelang Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya pada Desember 2020 mendatang, isu tersebut bergulir dan membesar kembali. Pasalnya ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surabaya yang semakin mendekat, namun hanya PDI-P saja yang hingga kini belum mengeluarkan rekomendasinya.

Hal itu tentu mengarah kepada perseteruan yang terjadi dalam internal partai banteng bermoncong putih itu. Yang mana diketahui bahwa internal PDIP sendiri tengah terpecah berbagai faksi, baik faksi Bambang DH, Risma (melalui Eri Cahyadi-nya) dan faksi Whisnu Sakti.



Bahkan dalam sebuah laman facebook “Selamatkan Surabaya”, salah satu kader Partai PDIP yang bernama Iwan Gunawan turut berkomentar, “bu Risma juga terlalu menganak emaskan eri cahyadi. padahal dia bukan kader partai PDIP. wisnu yang jelas-jelas kader PDIP malah nggak didukung, aneh.... saya sebagai kader PDIP merasa kesal juga. padahal Eri nggak jelas kerjanya, Wisnu yang jelas tapi nggak pernah dinilai sama bu risma, huft.

Tentunya, kegeraman kader tersebut menjadi sebuah hal yang wajar. Pasalnya seperti yang kita ketahui bersama, Eri Cahyadi yang selalu digaungkan oleh Risma untuk melanjutkan kepemimpinannya ialah bukan kader partai. Menanggapi hal tersebut, salah satu kader lainnya, dengan nama Fikri Aziz turut menyampaikan pendapatnya.



"weleh weleh, kalau memang Risma mau Usung Eri Cahyadi jadi Cawali Surabaya, jujur saya bingung? wong dia bukan kader PDI lho, Risma pun ndak bisa seenaknya maju majukan calon, ada aturan nya. Risma bukan pihak berwenang (Bapilu) yang menjadi penentu memajukan sosok Cawali yang pas bagi PDIP. dan yang makin aneh bagi saya sebagai kader PDIP, kenapa Risma sangat dukung Eri?! malah Bung Wishnu Sakti Buana yang memang kader PDIP dan namanya lebih masyhur di masyarakat tak di dukungnya,” tulis Fikri. (Baca: Perawat Positif COVID-19, Puskesmas Puri Mojokerto Ditutup).

Menanggapi semakin memanasnya hal tersebut, salah satu warga Surabaya dengan nama Wisnu Mukti Amran juga tak ingin tinggal diam. Ia pun meramaikan komentar dengan “Mantap nih min , kyoane lbh meyakinkan Wisnu daripada Ery , aku liate pas nangani covid ae gak beres OPO maneh Kate mimpin Suroboyo.
(nag)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak