Kader PDIP Sebut Sejak Dulu Whisnu Tak Dianggap Risma
Senin, 13 Juli 2020 - 16:53 WIB
loading...
Perang dingin antara kedua kubu di jajaran petinggi Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya, antara Wali Kota Tri Rismaharini dengan Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Bua diduga telah lama terjadi. Dokumen/SINDOnews
A
A
A
SURABAYA - Perang dingin antara kedua kubu di jajaran petinggi Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya , antara Wali Kota Tri Rismaharini dengan Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana memang telah lama terjadi. Bahkan nama dan kinerja Whisnu seolah tak dianggap oleh Wali Kota perempuan pertama Surabaya itu.
Kendati persoalan tersebut tak nampak dipermukaan, namun khalayak luas sudah mengetahui bahwa keduanya tengah bersitegang secara halus. Oleh karenanya, peran Whisnu dengan sengaja sama sekali tak dimunculkan ke permukaan oleh Risma.
Kini, menjelang Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya pada Desember 2020 mendatang, isu tersebut bergulir dan membesar kembali. Pasalnya ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surabaya yang semakin mendekat, namun hanya PDI-P saja yang hingga kini belum mengeluarkan rekomendasinya.
Hal itu tentu mengarah kepada perseteruan yang terjadi dalam internal partai banteng bermoncong putih itu. Yang mana diketahui bahwa internal PDIP sendiri tengah terpecah berbagai faksi, baik faksi Bambang DH, Risma (melalui Eri Cahyadi-nya) dan faksi Whisnu Sakti.
Bahkan dalam sebuah laman facebook “Selamatkan Surabaya”, salah satu kader Partai PDIP yang bernama Iwan Gunawan turut berkomentar, “bu Risma juga terlalu menganak emaskan eri cahyadi. padahal dia bukan kader partai PDIP. wisnu yang jelas-jelas kader PDIP malah nggak didukung, aneh.... saya sebagai kader PDIP merasa kesal juga. padahal Eri nggak jelas kerjanya, Wisnu yang jelas tapi nggak pernah dinilai sama bu risma, huft.
Kendati persoalan tersebut tak nampak dipermukaan, namun khalayak luas sudah mengetahui bahwa keduanya tengah bersitegang secara halus. Oleh karenanya, peran Whisnu dengan sengaja sama sekali tak dimunculkan ke permukaan oleh Risma.
Kini, menjelang Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya pada Desember 2020 mendatang, isu tersebut bergulir dan membesar kembali. Pasalnya ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surabaya yang semakin mendekat, namun hanya PDI-P saja yang hingga kini belum mengeluarkan rekomendasinya.
Hal itu tentu mengarah kepada perseteruan yang terjadi dalam internal partai banteng bermoncong putih itu. Yang mana diketahui bahwa internal PDIP sendiri tengah terpecah berbagai faksi, baik faksi Bambang DH, Risma (melalui Eri Cahyadi-nya) dan faksi Whisnu Sakti.
Bahkan dalam sebuah laman facebook “Selamatkan Surabaya”, salah satu kader Partai PDIP yang bernama Iwan Gunawan turut berkomentar, “bu Risma juga terlalu menganak emaskan eri cahyadi. padahal dia bukan kader partai PDIP. wisnu yang jelas-jelas kader PDIP malah nggak didukung, aneh.... saya sebagai kader PDIP merasa kesal juga. padahal Eri nggak jelas kerjanya, Wisnu yang jelas tapi nggak pernah dinilai sama bu risma, huft.
Lihat Juga :