Relaksasi Kredit Saat Pandemi, LuPI Datangi Pelaku UMKM

Minggu, 12 Juli 2020 - 10:34 WIB
loading...
A A A
Anggota Komisi XI DPR RI, Indah Kurnia menyatakan, sebagai mitra kerja lembaga keuangan negara, Komisi XI DPR RI mendukung program yang dilakukan pemerintah melalui OJK. Ia mengatakan, UMKM memberikan kontribusi yang sangat signifikan bagi perekonomian bangsa ini. Pada masa krisis, UMKM merupakan salah satu tulang punggung perekonomian negara.

Indah melanjutkan, para pelaku UMKM merupakan sektor riil yang paling terpukul selama pemberlakuan PSBB, padahal sektor ini berkontribusi besar terhadap pertumbuhan PDB dan serapan lapangan kerja. Bila sektor UMKM terganggu usahanya, maka ancaman terhadap peningkatan pengangguran sangat besar. Bila banyak yg menganggur, maka berujung pada tingginya angka kemiskinan.

"Atas dasar pemikiran inilah DPR dan pemerintah sepakat memasukkan relaksasi kredit umkm sebagai salah satu jalan yang ditempuh untuk memulihkan UMKM. Sebenarnya bukan hanya kredit, pemerintah juga menempatkan anggaran sebesar Rp30 triliun untuk membantu likuiditas UMKM. Anggaran ini disalurkan melalui perbankan," katanya.

Saat ini, lanjut Indah, UMKM mampu menyumbang hingga 60,34 persen pertumbuhan perekonomian nasional. Kemudian tentang serapan tenaga hampir 90 persen di UMKM. UMKM juga menyediakan 99 persen dari total lapangan kerja yang ada. Selain itu, UMKM juga berkontribusi 58 persen terhadap total investasi. Bahkan total ekspor di Indonesia juga dari UMKM, yakni sekitar 14 persen.

(Baca juga: Kronologi Penangkapan Mandor Kapal China Pembunuh ABK dalam Frezer )

Menurutnya, jika pemerintah dengan benar membuat kebijakan dan program untuk UMKM maka secara tidak langsung bisa menyelamatkan dan meningkatkan perekonomian nasional. otomatis angka pengangguran dan angka kemiskinan bisa turun.

"Jadi index angka kemiskinan dan pengangguran itu bisa terjawab secara langsung jika penanganan terhadap UMKM ini benar. Dan saat ini memang seluruh kementrian dan lembaga di republik ini bersama-sama kita menjaga untuk meningkatkan dan mengoptimalkan kemampuan UMKM kita menjadi tulang punggung nasional. Dan berikut memberikan ketahanan terhadap perkonomian bangsa," papar Indah

Politisi PDIP ini kembali menegaskan, bahwa adanya kebijakan OJK terhadap relaksasi kredit yang diberikan kepada UMKM tersebut supaya masyarakat tetap fokus pada usaha mereka.

Kebijakan itu sebagai upaya untuk mempertahankan para pelaku usaha baik ultra mikro, mikro kecil dan menengah bisa tetap berproduksi dan seminimal mungkin menekan angka PHK tapi tetap bekerja dengan memperhatikan protokol kesehatan.

"Kita percaya pemerintah beserta seluruh jajaran Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang terdiri dari kementrian keuangan, Bank Indonesia, OJK dan LPS membuat bauran kebijakan yang diperuntukkan bagi stabilitas sistim keuangan nasional kita," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Perindo NTT Gandeng...
Partai Perindo NTT Gandeng GMIT, Dorong SNI agar UMKM Naik Kelas
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
Besarkan Perindo Jatim,...
Besarkan Perindo Jatim, Ahmad Zazuli Ingin Dikenang sebagai Pejuang UMKM
Dukung UMKM, Menkeu...
Dukung UMKM, Menkeu Purbaya Kenakan Jaket Kulit Buatan Garut
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Rekomendasi
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Berita Terkini
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved