Mengenal Sosok Pakubuwana II, Raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat Pertama

Rabu, 28 Desember 2022 - 15:41 WIB
loading...
Mengenal Sosok Pakubuwana...
Sri Susuhunan Pakubuwana II merupakan raja pertama Surakarta. Foto DOK ist
A A A
JAKARTA - Sri Susuhunan Pakubuwana II merupakan raja pertama Surakarta. Dalam sejarahnya, beliau telah memiliki banyak kisah yang menarik dalam mendirikan berbagai kesultanan dan kerajaan yang ada di bumi nusantara ini.

Sebelum menjadi seorang raja kasunanan Surakarta, Pakubuwana II pernah menjabat sebagai raja kesembilan Mataram dengan masa pemerintahan yang dimulai dari tahun 1726 sampai dengan 1742.

Lantas seperti apa profil kehidupan dari Sri Susuhunan Pakubuwana II raja dari kasunanan dan kasultanan besar yang ada di Indonesia, simak ulasan berikut ini.

Baca juga : Ratu Kalinyamat, Sosok di Balik Ketangguhan Angkatan Laut Kerajaan-kerajaan Nusantara

Dikutip dari buku Trah Raja - Raja Mataram di Tanah Jawa karya Joko Darmawan, bahwa Pakubuwana II adalah Putra dari Amangkurat IV yang diketahui lahir pada tanggal 8 Desember 1711 dan diberi nama Raden Mas Probosuyoso.

Pada tanggal 15 Agustus 1726 Raden Mas Probosuyoso naik takhta menjadi seorang raja pada usianya yang masih muda yakni 15 tahun dan mengikuti gelas sang kakek yakni Sri Susuhunan Pakubuwana II.

Di usianya yang masih terbilang muda, ia banyak mengalami gejolak politik dan kerusuhan yang diakibatkan dari pemberontakan etnis Tionghoa dari Batavia atau Jakarta kepada pihak kolonial Belanda yang dikenal dengan peristiwa Geger Pacinan.

Kerusuhan tersebut telah berlangsung cukup lama yakni sampai pada tahun 1743, sehingga berakibat kepada pemerintahan kerajaan mataram yang dipimpin oleh Sri Susuhunan Pakubuwana II mengalami kemunduran.

Hal tersebut dikarenakan Sri Susuhunan telah berpihak kepada pihak kolonial Belanda, sehingga para etnis Tionghoa dan Masyarakat mataram merasa Kecewa dan mengangkat Amangkurat V atau Mas Garendi sebagai rajanya.

Baca juga : 4 Kerajaan Nusantara Terluas, Nomor 2 dari Semenanjung Malaya hingga Papua

Setelah kerusuhan tersebut, Sri Susuhunan pindah bersama istrinya ke Desa Sala yang akan dijadikan istana barunya sebagai Keraton Surakarta dan nama Desa sala juga diubah menjadi Surakarta Hadiningrat.

Pada saat pendirian Keraton Surakarta berbarengan dengan kerusuhan yang terjadi di beberapa wilayah Surakarta, sehingga mengakibatkan banyak konflik internal dan eksternal karena pengaruh dari pihak kolonial.

Pada tanggal 11 Desember 1749 sebelum wafatnya Raja Keraton Surakarta tersebut telah menyerahkan kedaulatan Keraton Surakarta kepada pihak Kolonial Belanda. Akibat dari perjanjian tersebut, para pihak kolonial berhak melantik semua raja raja Kasunanan Surakarta maupun Yogyakarta.

Namun setelah era penjajahan telah usai, Keraton Surakarta telah dikembalikan kepada keturunan Sri Susuhunan Pakubuwana II dan berhak melanjutkan pemerintahannya sejak terbentuknya wilayah daerah istimewa kepada Kabupaten Surakarta.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Amanat Petani Tembakau...
5 Amanat Petani Tembakau Madura-Nusantara di Tengah Penyimpangan Pita Cukai
Menguak Tabir Hubungan...
Menguak Tabir Hubungan Rahasia Kerajaan Nusantara dan Kesultanan Persia: Diplomasi Rempah yang Mengubah Wajah Indonesia!
Geger Keraton Solo:...
Geger Keraton Solo: Dua Putra Berebut Takhta, Raja Kembar Jilid II di Depan Mata
Jenazah Raja Keraton...
Jenazah Raja Keraton Solo PB XIII Dibawa Masuk ke Sasono Putro
Raja Keraton Solo Sinuhun...
Raja Keraton Solo Sinuhun PB XIII Mangkat, Prof Henry: Pemimpin yang Tenang dan Sederhana
Raja Keraton Solo PB...
Raja Keraton Solo PB XIII Wafat, Kereta Jenazah Mulai Dibersihkan
Pangan Lokal Tergerus...
Pangan Lokal Tergerus Modernisasi, Pakar Dorong Literasi Pangan Nusantara
Kolaborasi Budaya Nusantara...
Kolaborasi Budaya Nusantara untuk Pemberdayaan Perempuan dan Penguatan UMKM
Waka BRIN Sebut Pentingnya...
Waka BRIN Sebut Pentingnya Kesetaraan Peradaban Nusantara dengan China
Rekomendasi
Davina Karamoy Penuhi...
Davina Karamoy Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Terkait Kasus Hanania Travel
ENHYPEN Siap Comeback...
ENHYPEN Siap Comeback Agustus 2026, Proyek Perdana Usai Heeseung Keluar
Nonton Microdrama V+Short...
Nonton Microdrama V+Short Lebih Puas, Upgrade ke VIP Plan Sesuai Kebutuhan!
Berita Terkini
Amankan 119 Orang saat...
Amankan 119 Orang saat Ricuh Eksekusi Hotel Sultan, Polisi Cari Aktor Intelektual
PN Jakpus Eksekusi Lahan...
PN Jakpus Eksekusi Lahan Hotel Sultan Senilai Rp28,9 Triliun
Puluhan Siswa SMAN 48...
Puluhan Siswa SMAN 48 Ikuti Pelatihan Pemantauan Cuaca Jakarta
Hotel Sultan Tercatat...
Hotel Sultan Tercatat sebagai Barang Milik Negara, Pengelolaan Aset Ikuti PMK
Haul Akbar Ulama Betawi...
Haul Akbar Ulama Betawi Digelar di Monas Besok, Catat Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatifnya
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, 27 Petugas Luka Ringan Kena Lemparan Batu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved