3 Hari Tak Pulang ke Rumah, Siswa SMA Ditemukan Tewas di Sungai Lematang
Kamis, 08 Desember 2022 - 00:30 WIB
loading...
Ilustrasi tenggelam. Foto: Istimewa
A
A
A
MUARAENIM - Nahas dialami Afrizal alias Rizal Gepenk (18), siswa SMA Negeri 1 Belimbing, Kabupaten Muara Enim. Dirinya ditemukan tewas mengapung di aliran Sungai Lematang, Desa Dangku, Kecamatan Gunung Raja.
Kapolsek Rambang Dangku Muaraenim, AKP Marwan mengatakan, sebelum ditemukan tewas di Sungai Lematang, pelajar SMA tersebut sempat dinyatakan hilang selama tiga hari.
"Sebelum ditemukan dengan kondisi meninggal, pihak keluarga menyebutkan kalau korban sudah tiga hari tidak pulang ke rumah," ujar AKP Marwan, kepada wartawan, Rabu (7/12/2022).
Baca juga: Berenang di Sungai Bedagai, Pelajar Hilang Terseret Arus
Dijelaskan Marwan, berdasarkan hasil dari olah TKP, pihaknya mendapatkan banyak kejanggalan pada kondisi mayat korban. Sehingga, kuat dugaan Afrizal menjadi korban pembunuhan.
"Kita melihat ada kejanggalan, maka kita minta izin dengan keluarganya agar di autopsi untuk mengetahui dan memastikan penyebab kematiannya. Kalau dengan kondisi sekarang hanya dugaan saja," jelasnya.
Marwan menjelaskan, ketika ditemukan kondisi korban diperkirakan telah meninggal lebih dari tiga hari. Lalu, dari saku celananya didapati KTP kartu vaksin, serta ATM mandiri milik korban.
Kapolsek Rambang Dangku Muaraenim, AKP Marwan mengatakan, sebelum ditemukan tewas di Sungai Lematang, pelajar SMA tersebut sempat dinyatakan hilang selama tiga hari.
"Sebelum ditemukan dengan kondisi meninggal, pihak keluarga menyebutkan kalau korban sudah tiga hari tidak pulang ke rumah," ujar AKP Marwan, kepada wartawan, Rabu (7/12/2022).
Baca juga: Berenang di Sungai Bedagai, Pelajar Hilang Terseret Arus
Dijelaskan Marwan, berdasarkan hasil dari olah TKP, pihaknya mendapatkan banyak kejanggalan pada kondisi mayat korban. Sehingga, kuat dugaan Afrizal menjadi korban pembunuhan.
"Kita melihat ada kejanggalan, maka kita minta izin dengan keluarganya agar di autopsi untuk mengetahui dan memastikan penyebab kematiannya. Kalau dengan kondisi sekarang hanya dugaan saja," jelasnya.
Marwan menjelaskan, ketika ditemukan kondisi korban diperkirakan telah meninggal lebih dari tiga hari. Lalu, dari saku celananya didapati KTP kartu vaksin, serta ATM mandiri milik korban.
Lihat Juga :