Upacara HUT PGRI dan Hari Guru Nasional di Kabupaten Halmahera Tengah Berjalan Khidmat
Senin, 28 November 2022 - 16:50 WIB
loading...
Dalam rangka memperingati HUT PGRI dan Hari Guru Nasional Pemkab Halmahera Tengah menggelar upacara bertempat di Lapangan SMAN 1 Weda.
A
A
A
WEDA - Dalam rangka memperingati HUT PGRI dan Hari Guru Nasional Pemkab Halmahera Tengah menggelar upacara bertempat di Lapangan SMAN 1 Weda.
Bertugas sebagai Pembina Upacara Rusli BM.Djihusin, Pemimpin Upacara Suhardi Kordi, Pembaca UUD 1945 Irfan Jumati, dan Pembaca Ikrar Guru Indonesia Rahima Ibnu. Upacara diikuti seluruh siswa dan guru se- Kecamatan Weda.
Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) menegaskan bahwa platform Merdeka Mengajar yang diluncurkan pada awal tahun ini, sepenuhnya dirancang untuk memenuhi kebutuhan guru akan ruang untuk belajar, berkarya, dan berkolaborasi.
"Platform tersebut kami buat berdasarkan kebutuhan yang ada di lapangan, bukan berdasarkan keinginan kami. Ini adalah perubahan besar cara kerja pemerintahan dalam melayani masyarakat,” ujar Rusli mebacakan pidato Mendikbud.
Dalam platform Merdeka Mengajar, guru bisa mengakses modul pembelajaran dengan gratis, mengunggah dan membagikan konten-konten praktik baik pembelajaran, dan terkoneksi dengan rekan sesama guru dari daerah lain. Guru di Aceh sekarang bisa belajar dari guru di Papua. Guru di Kalimantan bisa menginspirasi guru-guru yang ada di Jawa.
"Saya berterima kasih kepada lebih dari 1,6 juta pengguna platform Merdeka Mengajar, yakni para guru yang mau mencoba hal-hal baru, yang tidak takut untuk berinovasi, yang sadar dan paham bahwa sudah tiba waktunya untuk bertransformasi," ujarnya.
Platform Merdeka Mengajar membuka kesempatan bagi para guru untuk mengikuti program Guru Penggerak yang berbeda dengan program pendidikan yang ada selama ini. Program Guru Penggerak bertujuan untuk menghasilkan generasi baru kepemimpinan pendidikan Indonesia.
Bertugas sebagai Pembina Upacara Rusli BM.Djihusin, Pemimpin Upacara Suhardi Kordi, Pembaca UUD 1945 Irfan Jumati, dan Pembaca Ikrar Guru Indonesia Rahima Ibnu. Upacara diikuti seluruh siswa dan guru se- Kecamatan Weda.
Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) menegaskan bahwa platform Merdeka Mengajar yang diluncurkan pada awal tahun ini, sepenuhnya dirancang untuk memenuhi kebutuhan guru akan ruang untuk belajar, berkarya, dan berkolaborasi.
"Platform tersebut kami buat berdasarkan kebutuhan yang ada di lapangan, bukan berdasarkan keinginan kami. Ini adalah perubahan besar cara kerja pemerintahan dalam melayani masyarakat,” ujar Rusli mebacakan pidato Mendikbud.
Dalam platform Merdeka Mengajar, guru bisa mengakses modul pembelajaran dengan gratis, mengunggah dan membagikan konten-konten praktik baik pembelajaran, dan terkoneksi dengan rekan sesama guru dari daerah lain. Guru di Aceh sekarang bisa belajar dari guru di Papua. Guru di Kalimantan bisa menginspirasi guru-guru yang ada di Jawa.
"Saya berterima kasih kepada lebih dari 1,6 juta pengguna platform Merdeka Mengajar, yakni para guru yang mau mencoba hal-hal baru, yang tidak takut untuk berinovasi, yang sadar dan paham bahwa sudah tiba waktunya untuk bertransformasi," ujarnya.
Platform Merdeka Mengajar membuka kesempatan bagi para guru untuk mengikuti program Guru Penggerak yang berbeda dengan program pendidikan yang ada selama ini. Program Guru Penggerak bertujuan untuk menghasilkan generasi baru kepemimpinan pendidikan Indonesia.
Lihat Juga :