Buntut Beras Bulog Hilang 500 Ton, Kepala Gudang Dicopot

Sabtu, 26 November 2022 - 07:35 WIB
loading...
Buntut Beras Bulog Hilang 500 Ton, Kepala Gudang Dicopot
Kepala gudang bulog di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) dicopot dari jabatan kepala gudang menyusul hilangnya beras sebanyak 500 ton dari gudang. Foto iNews
A A A
PINRANG - Kepala gudang bulog di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan dicopot dari jabatan menyusul hilangnya beras sebanyak 500 ton dari gudang. Pimpinan Wilayah (Pimwil) Perum Bulog Kanwil Sulselbar Bahtiar mengatakan, setelah hilangnya 500 ton beras tersebut, pihaknya langsung mengonfirmasi ke kepala gudang.

"Dari pengakuannya, beras itu tidak hilang dan dipinjam oleh pihak ke tiga," kata Bahtiar, Jumat (25/11/2022). Baca juga: Kasus Beras Bulog 500 Ton Raib dari Gudang, Polres Pinrang Periksa 5 Saksi

Kasus beras hilang diketahui setelah dilakukan pemeriksaan dan pengecekan gudang beberapa waktu lalu. Hasil pemeriksaan dikabarkan ada 500 ton beras hilang.

Bahtiar mengatakan, tim dari Perum Bulog Sulselbar dan pusat sedang menyelidiki hilangnya 500 beras tersebut.

"Sekarang tim sedang bekerja dan pusat juga turun, kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Dengan adanya kejadian ini bisa menjadi evaluasi bagi kami," ungkapnya.

Saat ditanya awak media apakah Kepala Gudang Bulog diganti, ia mengatakan, setiap yang melanggar akan mendapat hukuman. "Harus kita ambil tindakan, orang yang berbuat salah harus ada punishment. Kita tidak akan melindungi kejahatan," tegasnya. Lihat ju

Sementara itu, Kapolres Pinrang AKBP Roni Mustofa mengatakan, sudah menurunkan anggota terkait dengan hilangnya ratusan beras di gudang bulog tersebut.

"Anggota sudah kita turunkan, sekarang dalam tahap lidik belum sidik," ungkapnya.

Dalam kasus ini, ia menegaskan belum ada yang ditetapkan tersangka, dan baru memeriksa beberapa saksi

"Belum ada, jadi kita kumpulkan barang bukti dan saksi-saksi, apabila memang ada penyimpangan hukum maka akan kita tingkatkan ke sidik," ujarnya.
(don)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.4099 seconds (10.55#12.26)