alexametrics

Tak Terima Dinasihati, Pemuda Tikam Paman yang Sedang Salat hingga Tewas

loading...
Tak Terima Dinasihati, Pemuda Tikam Paman yang Sedang Salat hingga Tewas
Junaidi (66) warga Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati Palembang meregang nyawa setelah ditusuk diduga keponakannya sendiri, DD (33). (Foto/SINDOnews/Berli Zulkanedi)
A+ A-
PALEMBANG - Junaidi (66) warga Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati Palembang meregang nyawa setelah ditusuk diduga keponakannya sendiri, DD (33).

Pelaku diduga tak terima ditegur atau dinasihati korban karena sering mabuk miras.

Peristiwa berdarah ini terjadi di rumah korban Selasa sore (7/7/2010) sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, informasinya pelaku masuk dari pintu belakang dan langsung menusuk dari belakang saat korban sedang Salat Magrib. (BACA JUGA: Jadi Korban Begal Bersenpi, Wanita Hamil Terpaksa Jalan Kaki)

"Pelaku masih keponakan kandung. Saat kejadian memang sedang mabuk. Tidak tahu permasalahannya tapi yang jelas pelaku tidak senang ditegur dan dimarahi oleh korban,” ujar Dian (42), anak korban saat ditemui di RS Bhayangkara, Rabu (8/7/2020)



Dian juga tak menyangka ayahnya pergi begitu cepat dengan cara yang tragis karena ditusuk. Sementara cucu korban Fedra, menceritakan Kejadian pembunuhan tersebut terjadi di rumah kakeknya tidak jauh dari Pasar Sungki, tepatnya di belakang kantor Lurah Kertapati, Jl Kemas Rindo, RT 31/06, Kelurahan Ogan Baru, Kertapati.

“Kakek sehat, salat rajin dan sehari-hari kerjanya serabutan. Saat kejadian korban diserang oleh pelaku dari belakang dan tidak bisa mengelak lagi, dan masuk rumah dari pintu belakang,” terang Fedra, cucu korban. (BACA JUGA: Katanya Khilaf, tapi Miwanto bisa Setubuhi Anak Tiri hingga 10 Kali)



Sementara itu, Kapolsek Kertapati AKP Polin Pakpahan membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya telah melakukan olah TKP dan berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi sementara telah diketahui identitas pelaku.

"Benar adanya peristiwa tersebut. Kita langsung mendatangi TKP, untuk motif masih dalam penyelidikan. Identitas pelaku yang masih dikejar sudah kita ketahui," ujarnya.
(vit)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak