Gas Air Mata Tragedi Kanjuruhan Buatan Pindad, Ternyata Ini Isi Kandungannya

Jum'at, 14 Oktober 2022 - 15:24 WIB
loading...
Gas Air Mata Tragedi...
Ilustrasi gas air mata. Foto: Istimewa
A A A
BANDUNG - Tembakan gas air mata disebut-sebut menjadi penyebab utama dalam tragedi Kanjuruhan yang memakan ratusan korban jiwa dan luka dari suporter Aremania.

Direktur Utama PT Pindad, Abraham mose mengatakan, sangat berduka cita atas tragedi yang mendapat sorotan tajam masyarakat dunia itu.

"Kami keluarga besar PT Pindad turut berbelasungkawa dan menyampaikan duka cita yang mendalam atas insiden yang terjadi di Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Beberapa korban, bahkan merupakan bagian dari keluarga karyawan kami sendiri," ujar Abraham, di kantor PT Pindad, Jalan Terusan Gatot Subroto, Kota Bandung, Jumat (14/10/2022).

Baca juga: Viral Video Penggusuran Lahan oleh Aparat Diwarnai Tembakan Gas Air Mata

Dalam kesempatan itu, Abraham juga menyampaikan berbagai informasi terkait munisi kaliber khusus gas air mata buatan Pindad, sekaligus mengklarifikasi berbagai informasi simpang siur terkait produk ini.

Dia menjelaskan, munisi gas air mata (tear gas cartridge) atau biasa juga disebut dengan riot control catridge merupakan munisi yang ketika ditambahkan, dilemparkan atau disemprotkan akan menghasilkan efek iritasi/perih/rasa terbakar pada mata, kulit, hidung, mulut dan saluran pernafasan karena mengandung lacrimator chemical substance (zat kimia yang menyebabkan iritasi tersebut).

"Munisi gas air mata dengan penggunaan yang sesuai prosedur dan memperhatikan kondisi tertentu tidak berbahaya," jelasnya.

Baca: Mahasiswa Bentrok di Kendari, Lemparan Batu Dibalas Tembakan Gas Air Mata

Adapun bahan kimia yang dapat dipakai pada gas air mata adalah CS (2-Chlorobenzalmalononitrile, C10H5CIN2) dan CN (2-Chloroacetophenone, C8H7CIO).

Namun, kata Abraham, ada beberapa bahan kimia lain yang digunakan di beberapa produk gas air mata lainnya seperti CR (dibenzoksazepin, C13H9NO) dan semprotan merica/gas OC (Oleoresin Capsicum).

"Adapun bahan kimia yang digunakan pada munisi gas air mata produksi Pindad seluruhnya menggunakan isian CS (2-Chlorobenzalmalononitrile, C10H5CIN2) baik yang berbentuk serbuk maupun asap, dan tidak ada yang menggunakan isian bahan CN (2-Chloroacetophenone, C8H7CIO)," tegas Abraham.

Baca: Mencekam! Pria Bawa Golok Ngamuk di Jalanan Denpasar Dihujani Tembakan Gas Air Mata

Abraham menyatakan, berdasarkan berbagai masukan dari pengguna, isian CS lebih diutamakan dari sisi keamanan, sehingga Pindad tidak menggunakan isian CN.

Penggunaan CS sendiri telah diketahui secara umum dan aman digunakan secara luas sebagai bahan kandungan yang sudah menjadi standar pada gas air mata di dunia.

"Pindad telah memproduksi gas air mata sejak tahun 1996, sudah digunakan mendukung Polri dan sudah melakukan ekspor sejak 2006 hingga 2022 ke berbagai negara seperti Australia, Philipina, Thailand, Timor Leste, Malaysia dan Bangladesh," sebutnya.

Baca: Kapolri Tegaskan Usut Tuntas Dugaan Pelanggaran Tembakan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan

Abraham juga meyakinkan, bahwa isian produk gas air mata buatan Pindad tersebut juga sama dengan yang digunakan dan diproduksi di negara lain, yaitu di Amerika Serikat dan Korea Selatan.

"Selama ini tidak pernah ada masalah terkait produk gas air mata buatan Pindad tersebut, karena sudah sesuai standar dan melewati proses uji sebelumnya," tukasnya.
(san)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Amuk Massa di Stadion...
Amuk Massa di Stadion Lukas Enembe Jayapura, Ini Pemicunya
Pernyataan Lengkap Mendiktisaintek...
Pernyataan Lengkap Mendiktisaintek soal Gerakan Aksi Mahasiswa dan Insiden Gas Air Mata di Unisba
Insiden di Kampus Unpas...
Insiden di Kampus Unpas dan Unisba, Ini Pernyataan Resmi Polda Jabar
Unpas dan Unisba Tegaskan...
Unpas dan Unisba Tegaskan Tidak Ada Aparat Masuk Kampus Dalam Demo Ricuh Tadi Malam
Viral Aparat Sisir Massa...
Viral Aparat Sisir Massa hingga Kampus Unpas, Kapolda Jabar: hoaks!
Aparat Tembakkan Gas...
Aparat Tembakkan Gas Air Mata ke Kampus Unisba dan Unpas, 12 Mahasiswa Pingsan
Pindad Diminta Bikin...
Pindad Diminta Bikin Mobil Berkaca Khusus Presiden, Mungkinkah Ranops Inovasi Prabowo?
Prabowo Minta Pindad...
Prabowo Minta Pindad Buat Mobil Khusus Presiden untuk Sapa Warga
Profil Adhyaksa FC,...
Profil Adhyaksa FC, Klub Kejaksaan yang Jegal Persipura Promosi
Rekomendasi
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Pilihan Praperadilan...
Pilihan Praperadilan untuk Roy Suryo dan Sidang untuk dr Tifa dalam Polemik Ijazah Jokowi
Kisah Syahla, Anak Driver...
Kisah Syahla, Anak Driver Ojol dan Penjual Nasi Lolos UGM lewat Jalur SNBP
Berita Terkini
Jalan Jenderal Sudirman...
Jalan Jenderal Sudirman Ditutup Jelang Puncak HUT ke-499 Jakarta di Bundaran HI, Ini Titik Kantong Parkirnya
PNM Berikan Beasiswa...
PNM Berikan Beasiswa kepada 1.590 Anak dari Jenjang SD hingga Perguruan Tinggi
Blusukan, Jokowi Terima...
Blusukan, Jokowi Terima Gelar Adat Tertinggi dari 5 Kerajaan Adat Lampung
Licin! Markas Judi Online...
Licin! Markas Judi Online di Hayam Wuruk Kelola 145 Website untuk Hindari Pemblokiran
Sambut HUT Jakarta,...
Sambut HUT Jakarta, Ratusan Sispala Ikuti Lomba Dayung di BKT Jaktim
MNC University Bersama...
MNC University Bersama MNC Peduli Salurkan 2 Ton Beras untuk Warga Kelurahan Kebon Sirih
Infografis
Mandikan Anak Terlalu...
Mandikan Anak Terlalu Sering Ternyata Bahaya, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved