Misteri Bilik Gundik Perempuan dalam Kapal Kerajaan Sriwijaya
Jum'at, 07 Oktober 2022 - 05:40 WIB
loading...
Gambar relief perahu bercadik ganda di Candi Borobudur yang juga menggambarkan adanya bilik-bilik gundik di dalam kapal Kerajaan Sriwijaya. Foto: Istimewa
A
A
A
JIKA pelaut-pelaut tangguh dari Iberia dilarang untuk membawa perempuan di dalam perahunya karena berbahaya bagi pelayaran, namun tidak demikian dengan pelaut-pelaut Nusantara.
Para pelaut Nusantara malah membuat perahu-perahunya lebih besar dan lebih luas untuk membuat bilik-bilik bagi perempuan.
Entah perempuan-perempuan itu menjadi teman atau gundik dalam perjalanan, atau apa fungsi bilik gundik masih perlu dipertanyakan, namun prostitusi di masa kerajaan Jawa Kuno ternyata sudah ada.
Selain itu, satu hal yang pasti perempuan-perempuan ini menjadi bagian dari misi perdagangan dan diplomasi.
Baca juga: Wanita-Wanita Disekeliling Amangkurat I Raja Mataram Islam
Adanya bilik-bilik untuk para gundik dalam kapal-kapal di zaman Kerajaan Sriwijaya itu hingga kini masih misteri, namun demikian, keberadaannya dikuatkan dengan gambar relief perahu bercadik ganda di Candi Borobudur barangkali adalah simbol paling tepat untuk menggambarkan perdagangan laut antarbangsa sebelum zaman pertengahan. Model miniatur perahu ini salah satunya bisa dilihat di Museum Angkut, Malang, Jawa Timur.
Keberadaan bilik-bilik gundik itu juga yang membuat perbedaan mendasar dengan perahu-perahu Cina, Persia, atau Mediterania yang sezaman, meski bagui orang awam miniature perahu ini mungkin dianggap sama.
Para pelaut Nusantara malah membuat perahu-perahunya lebih besar dan lebih luas untuk membuat bilik-bilik bagi perempuan.
Entah perempuan-perempuan itu menjadi teman atau gundik dalam perjalanan, atau apa fungsi bilik gundik masih perlu dipertanyakan, namun prostitusi di masa kerajaan Jawa Kuno ternyata sudah ada.
Selain itu, satu hal yang pasti perempuan-perempuan ini menjadi bagian dari misi perdagangan dan diplomasi.
Baca juga: Wanita-Wanita Disekeliling Amangkurat I Raja Mataram Islam
Adanya bilik-bilik untuk para gundik dalam kapal-kapal di zaman Kerajaan Sriwijaya itu hingga kini masih misteri, namun demikian, keberadaannya dikuatkan dengan gambar relief perahu bercadik ganda di Candi Borobudur barangkali adalah simbol paling tepat untuk menggambarkan perdagangan laut antarbangsa sebelum zaman pertengahan. Model miniatur perahu ini salah satunya bisa dilihat di Museum Angkut, Malang, Jawa Timur.
Keberadaan bilik-bilik gundik itu juga yang membuat perbedaan mendasar dengan perahu-perahu Cina, Persia, atau Mediterania yang sezaman, meski bagui orang awam miniature perahu ini mungkin dianggap sama.
Lihat Juga :