Memilukan! Remaja Putri Korban Tragedi Kanjuruhan Pamit Orang Tua Nonton Arema FC Pertama dan Terakhir
Selasa, 04 Oktober 2022 - 08:59 WIB
loading...
Mufid tak kuasa membendung air matanya saat menceritakan anak gadisnya yang menjadi salah satu korban tewas pada tragedi Kanjuruhan.Foto/ist
A
A
A
MALANG - Duka mendalam dialami Mufid, orang tua salah satu korban tewas pada tragedi Stadion Kanjuruhan Malang. Sang anak, Lutfia berusia (20) turut menjadi korban dari 125 orang yang meninggal dunia pada laga Arema FC vs Persebaya Surabaya pada Sabtu malam (1/10/2022).
Ditemui di rumahnya di Jalan Sadewo Nomor 47 RT 3 RW 3 Kelurahan Polehan, Blimbing, Kota Malang menuturkan bagaimana awalnya sang anak tetap nekat berangkat meski sempat dilarang berangkat melihat oleh ibunya.
"Anak saya boncengan sama temannya perempuan, dia juga meninggal. Dua - duanya sama meninggal dunia," ucap Mufid, Senin malam (3/10/2022).
Saat mendapat kabar anaknya meninggal dunia, ia mengaku tengah bekerja sebagai tukang bangunan yang tengah bekerja di Surabaya. Begitu menerima informasi dari istri pada Minggu (2/10/2022) pukul 11.00 WIB ia jatuh pingsan dari tempatnya bekerja. Mufid baru sadar setibanya di rumahnya dan tampak terkejut mendengar kabar itu.
Baca juga: Pengakuan Aremania, Suporter Masuk Lapangan Bukan Menyerang, Tapi Semangati Pemain
"Kerja tukang bangunan di atas tahu - tahunya di bawah nggak sadar, pingsan nggak sadar, sampai rumah posisi pingsan, baru sadar ketika di rumah," ungkap dia.
Ditemui di rumahnya di Jalan Sadewo Nomor 47 RT 3 RW 3 Kelurahan Polehan, Blimbing, Kota Malang menuturkan bagaimana awalnya sang anak tetap nekat berangkat meski sempat dilarang berangkat melihat oleh ibunya.
"Anak saya boncengan sama temannya perempuan, dia juga meninggal. Dua - duanya sama meninggal dunia," ucap Mufid, Senin malam (3/10/2022).
Saat mendapat kabar anaknya meninggal dunia, ia mengaku tengah bekerja sebagai tukang bangunan yang tengah bekerja di Surabaya. Begitu menerima informasi dari istri pada Minggu (2/10/2022) pukul 11.00 WIB ia jatuh pingsan dari tempatnya bekerja. Mufid baru sadar setibanya di rumahnya dan tampak terkejut mendengar kabar itu.
Baca juga: Pengakuan Aremania, Suporter Masuk Lapangan Bukan Menyerang, Tapi Semangati Pemain
"Kerja tukang bangunan di atas tahu - tahunya di bawah nggak sadar, pingsan nggak sadar, sampai rumah posisi pingsan, baru sadar ketika di rumah," ungkap dia.
Lihat Juga :