Ungkap Tragedi Kanjuruhan, Mabes Polri Periksa Direktur PT LIB, PSSI Jatim dan Kepala Dispora

Senin, 03 Oktober 2022 - 16:49 WIB
loading...
Ungkap Tragedi Kanjuruhan, Mabes Polri Periksa Direktur PT LIB, PSSI Jatim dan Kepala Dispora
Suasana kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022). Demi mengungkap tragedi itu Mabes Polri memeriksa Direktur PT LIB, PSSI Jatim dan Kepala Dispora. Foto: SINDOnews
A A A
MALANG - Tim investigasi Polri dari Bareskrim Mabes Polri memeriksa sejumlah saksi dan pejabat terkait tragedi Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 125 orang pada Sabtu (1/10/2022) malam.

Beberapa saksi itu Direktur Liga Indonesia Baru (LIB), Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Jawa Timur (Jatim), Ketua Panitia Penyelenggara (Panpel) dari Arema dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jatim.

Baca juga: Pengakuan Korwil Aremania Bantur: Ditembaki Gas Air Mata, Lampu Stadion Dipadamkan

"Kami juga menganalisis 32 titik CCTV di sekitar stadion dan beberapa lokasi. Tim inafis bekerjasama dengan labfor juga akan melakukan identifikasi terkait terduga pelaku perusakan, baik di dalam dan di luar stadion," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, Senin (3/10/2022).



Inspektorat Khusus (Itsus) dan Divis Profesi dan Pengamanan (Div Propam) Mabes Polri juga melakukan pemeriksaan terhadap 18 anggota polisi yang melakukan pengamanan. "Penggunaan gas air mata saat terjadinya kericuhan juga menjadi bagian materi yang dilakukan pendalaman," katanya.

Baca juga: Komnas HAM Dalami Dugaan Pelanggaran HAM soal Penggunaan Gas Air Mata dalam Tragedi Kanjuruhan

Jenderal bintang dua ini memastikan, jumlah korban yang meninggal dunia atas peristiwa Stadion Kanjuruhan, sebanyak 125 orang. Untuk korban luka berat, 21 orang dan luka ringan ada 304 orang. Sehingga total korban terupdate hingga saat ini terdapat 450 orang.

"Korban meninggal dunia 125 orang. Minta bantuan pada teman-teman media meluruskan jangan distorsi informasi lagi. Semetara yang kami dapat dari tim DVI (Disaster Victim Investigation) ada 125 orang meninggal dunia. Tim masih akan terus bekerja dan kami akan update lagi terkait hasil kegiatan hari ini," ujarnya.
(nic)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2074 seconds (10.177#12.26)