Bejat, Ayah Perkosa Anak Tiri hingga Hamil 4 Bulan

Selasa, 27 September 2022 - 12:56 WIB
loading...
Bejat, Ayah Perkosa Anak Tiri hingga Hamil 4 Bulan
Ayah tiri pelaku pemerkosaan dibekuk. Foto: Dharmawan/SINDOnews
A A A
SUKABUMI - Seorang anak di bawah umur, di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, hamil 4 bulan akibat digauli oleh ayah tirinya selama kurang lebih 2 tahun.

Melihat anaknya kandungnya berbadan dua, keluarga lalu melaporkan kasus tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Sukabumi.

Kapolres Sukabumi, AKBP Dedy Darmawansyah mengatakan, aksi bejat ayah tiri tersebut berawal ketika pelaku berinisial IN (39) berdua dengan anak tirinya berada di dalam rumah. Tiba-tiba, pelaku menyuruh korban untuk masuk ke dalam kamar berdua dengan dirinya.

Baca juga: Ayah Tiri Jadi Tersangka Pembunuh Bocah Perempuan Dalam Toren

"Saat berada di dalam kamar, pelaku membohongi korban jika melakukan keinginannya, ia tidak akan merasakan sakit pada saat datang bulan (haid). Selain itu juga pelaku menjanjikan akan membelikan handphone bagi korban," ujar Dedy, kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (27/9/2022).

Namun selain dijanjikan dibelikan handphone, lanjut Dedy, pelaku mengancam korban untuk tidak memberitahukan kejadian itu kepada orang lain. Lalu setelah itu pelaku menyuruh korban melakukan yang diinginkan pelaku hingga terjadi persetubuhan dengan anak di bawah umur.

"Kejadiannya terjadi pada siang hari, ketika ibu korban sedang melakukan pekerjaan rumah bersih-bersih dan aktivitas rumah tangga lainnya di belakang rumah. Karena jika malam hari pelaku, korban dan ibu korban, beristirahat tidur dalam satu kamar (akibat ruangan yang terbatas)," tambah Dedy.

Baca: Diteror OTK, Wanita Ini Menduga Rumahnya Dibakar Ayah Tiri

Sementara itu, Kanit PPA Satreskrim Polres Sukabumi, Iptu Bayu Sunarti mengatakan, bahwa tindakan persetubuhan anak di bawah umur yang dilakukan ayah tiri ke anaknya tersebut dilakukan dengan tidak terhitung hingga beberapa kali.

"Untuk beberapa kalinya (persetubuhan) tidak terhitung, jadi dilakukan dari usia 13 tahun hingga 15 tahun. Kondisi korban sendiri saat ini trauma, takut jika bertemu pelaku, apalagi sekarang korban dalam keadaan hamil 4 bulan," bebernya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1841 seconds (11.252#12.26)