Unjuk Rasa di DPRD Jabar Ricuh, Mahasiswa dan Polisi Terlibat Bentrok

Jum'at, 23 September 2022 - 01:25 WIB
loading...
Unjuk Rasa di DPRD Jabar Ricuh, Mahasiswa dan Polisi Terlibat Bentrok
Mahasiswa dan polisi terlibat bentrok dalam aksi unjuk rasa menolak kenaikan BBM di gedung DPRD Jabar, Kamis (22/9/2022). Foto: SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
A A A
BANDUNG - Aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak ( BBM ) yang digelar sejumlah elemen mahasiswa di depan Gedung DPRD Jawa Barat , Jalan Diponegoro, Kota Bandung berakhir ricuh, Kamis (23/9/2022).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kericuhan tak terhindarkan setelah ratusan mahasiswa memaksa masuk ke Gedung DPRD Jabar untuk menyuarakan aspirasinya secara langsung kepada anggota DPRD Jabar yang tak kunjung menemui mereka selama aksi demonstrasi digelar sejak siang hari itu.

Baca juga: Hendak Tawuran, Pelajar SMK di Sukabumi Ditangkap Polsek Nagrak

Kericuhan pecah juga diduga akibat mahasiswa dan polisi yang terpancing emosi kala polisi bersitegang dengan mahasiswa yang berupaya menjebol pintu gerbang Gedung DPRD Jabar dengan merusak kawat berduri hingga menyalakan flare sekitar pukul 17.30 WIB.

Suasana panas tersebut akhirnya memicu polisi menembakkan air melalui water canon hingga gas air mata ke arah kerumununan mahasiswa.



Saat kericuhan terjadi, polisi terpaksa memukul mundur mahasiwa ke arah Jalan Trunojoyo dan Jalan Ir H Djuanda dan sebagiannya lagi ke arah Gedung Sate. Sejumlah mahasiswa yang berhamburan usai kericuhan pecah diburu dan ditangkap. Diduga kesal, sejumlah polisi pun menendang dan memukul mahasiswa yang diduga menjadi provokator itu.

Meski sempat ricuh hingga sejumlah mahasiswa dan polisi sempat terlibat bentrok fisik, namun situasi di sekitar kawasan Gedung DPRD Jabar kembali kondusif setelah polisi berhasil memukul mundur dan membubarkan aksi mahasiswa itu sekitar pukul 18.30 WIB.

Baca juga: Demo Tolak Kenaikan Harga BBM, Massa Driver Ojol Kota Bandung Kepung Gedung Sate

Adapun aksi mahasiswa hari ini merupakan kelanjutan dari aksi demonstrasi sebelumnya yang menuntut pemerintah untuk menurunkan harga BBM. Menurut mereka, menaikkan harga BBM bukanlah tindakan bijak di tengah kondisi sulit masyarakat.

"Naiknya harga BBM jadi prioritas kami. Kami menolak kenaikan harga BBM karena kenaikan BBM ini merembet ke yang lain, seperti bahan pokok dan lain-lain," kata Izus Salam, perwakilan mahasiswa.

Sejumlah mahasiswa dan polisi terlibat bentrok fisik saat kericuhan pecah dalam aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM di depan Gedung DPRD Jabar, Kamis (23/9/2022).
(nic)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1518 seconds (11.252#12.26)