Saat Nyi Roro Kidul dan Pasukan Jin Bantu Mataram Taklukkan Pajang Tanpa Perang

Sabtu, 17 September 2022 - 06:45 WIB
loading...
Saat Nyi Roro Kidul...
Ilustrasi Nyi Roro Kidul.Foto/ist
A A A
Pertempuran konon pernah terjadi di sekitar Candi Prambanan antara Kerajaan Mataram dengan Pajang. Pertempuran ini terjadi saat Kerajaan Mataram dipimpin Panembahan Senopati dengan mengerahkan penguasa ratu pantai selatan hingga Gunung Merapi. Konon Senopati saat itu mencari keadilan dalam masalah iparnya dengan cara yang tidak semestinya.

Sultan Pajang yang sampai saat itu bersikap lunak lantas memberi perintah kepada pasukannya agar mempersiapkan diri guna menyerang Mataram. Dikisahkan dari buku "Awal Kebangkitan Mataram : Masa Pemerintahan Senapati" dari H.J. De Graaf, sultan pun memerintahkan para bupati daerah perbatasan pun dikumpulkan.

Mereka itu adalah para menantu sultan, adipati Demak Adipati Tuban, dan Adipati Banten. Pada suatu hari berangkatlah bala tentara Pajang yang terdiri dari berbagai pasukan, baginda raja naik gajah, mereka berkemah di Prambanan.

Baca juga: Ritual Mandi Darah, Tradisi Unik Masyarakat Muratara untuk Bayar Janji

Melawan tentara Pajang, Senapati hanya dapat mengumpulkan 800 orang Mataram di Randulawang. Kiai Martani menasihati agar tidak berperang, karena pada pendapatnya akan kalah. Karena itu seyogyanya memohon kepada Allah saja. Tetapi bukanlah Senapati namanya jika tak mempunyai taktik.

Ia meminta bantuan Nyi Roro Kidul, penguasa pantai selatan, Kiai Juru meminta bantuan kepada dewa penjaga Gunung Merapi. Senapati pun tak lupa membuat siasat tertentu, para prajurit disuruhnya membuat banyak tumpukan kayu di Gunung Kidul, tersebar di atas bukit-bukit, dengan jarak sejauh tembakan peluru senapan. Pada malam hari kayu - kayu itu dibakar sekaligus.

Semua rencana dilaksanakan, sambil bersedekap Senapati dan Juru Martani menengadag ke langit, jin, peri, prayangan pun datang membawa hujan, badai, dan suara gemuruh yang dahsyat. Setelah itu Gunung Merapi meletus, menyemburkan api dan suara gemuruh. Hujan debu turun lebat, lumpur dengan batu - batu besar memenuhi Kali Opak. Bersamaan dengan itu tumpukan 6 tumpukan kayu di pegunungan dinyalakan sehingga menjadi layaknya lautan api.

Alhasil Sultan Pajang ini menjadi ketakutan, Adipati Tuban yang berusaha menyalakan semangat raja, menjadi sia - sia. Kendati Adipati Tuban itu menyatakan sanggup memusnahkan pasukan Mataram dalam sekejap mata. Tetapi yang terjadi sebaliknya, gejala alam bertambah menyeramkan. Tentara Pajang pun lari dan sultan terpaksa ikut lari pula. Mataram pun berhasil menang tanpa berperang.

Di lain hari, persidangan agung di Istana Pajang disodorkan oleh para menantu raja, dalam hal ini Tumenggung Tuban dan Tumenggung Demak bahwa Pajang perlu segera menyerbu Mataram. Meskipun sadar akan jatuhnya Pajang nanti, sultan tidak bisa bertahan terhadap desakan itu, dan memerintahkan segera mengangkat senjata. Para tumenggung menyatakan bersedia, asalkan sultan turut serta, meskipun berada di belakang barisan.

Tak kurang 10.000 orang prajurit Pajang dipersiapkan, Pangeran Benawa naik kuda di belakang ayahnya yang duduk di atas gajah. Di Prambanan mereka berhenti dan memperkuat pertahanan dengan meriam.

Baca juga: Konspirasi Amangkurat I, Izinkan Belanda Bangun Benteng di Mataram Picu Pemberontakan

Kiai Adipati Mandaraka yang melihat potensi terjadinya pertempuran besar, mendesak Senapati agar pergi ke Gua Langse atau Gua Roro Kidul, sedangkan ia sendiri akan pergi ke Gunung Merapi untuk memohon bantuan. Setelah kembali dari Gua Langse, Senapati mengumpulkan 1.000 orang prajurit, 300 di antaranya di tempatkan di sebelah selatan Prambanan.

Mereka mendapat perintah, begitu terdengar suara letusan keluar dari Gunung Merapi, harus segera memukul canang Kiai Bicak dan berteriak-teriak, sebagai panglima di lapangan diangkat Tumenggung Mayang.

Pertempuran terjadi di dua tempat, pasukan Mataram pura-pura melarikan, tetapi orang - orang Pajang yang mengejarnya tiba-tiba diserang oleh pasukan Mataram dari dua arah dan diceraiberaikan. Gelap malam menghentikan pertempuran itu, kedua kubu kembali ke kubu pertahanan masing-masing.

Malam itu Gunung Merapi meletus di tengah-tengah kegelapan, hujan lebat, hujan debu, gempa bumi, banjir, dan gejala alam lain yang menyeramkan. Orang Mataram memukul canang Ki Bicak. Banjir menggenangi kubu Pajang, yang memaksa mereka melarikan diri dalam kebingungan, Sultan Pajang pun terseret dalam kekacauan itu.

Orang - orang Pajang, yang suka takhayul, tetapi mereka sudah banyak kehilangan semangat karena terpukul di medan perang. Apalagi setelah melihat alam mengamuk, kehilangan sama sekali sisa semangat juangnya dan lari tunggang langgang.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Rekomendasi
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Belanda vs Swedia: Oranje...
Belanda vs Swedia: Oranje Lebih Dijagokan
Berita Terkini
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
HUT ke-499 DKI, Parade...
HUT ke-499 DKI, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Jakfestival di Ancol
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved