Guru ASN di Rejang Lembong Tega Jual Murid SD untuk Pemuas Napsu

Jum'at, 16 September 2022 - 23:30 WIB
loading...
Guru ASN di Rejang Lembong Tega Jual Murid SD untuk Pemuas Napsu
Seorang guru olah raga sekolah dasar di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, ditangkap polisi karena terlibat kasus prostitusi dengan menjajakan anak didiknya. Foto/iNews TV/Endro Dwirawan
A A A
REJANG LEBONG - Entah setan apa yang merasuki seorang guru olah raga di sebuah sekolah dasar di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Guru berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) ini, membuka praktik prostitusi dengan menjual muridnya untuk menjadi pemuas napsu.

Baca juga: Wanita Muda Berselimut Handuk Panik Digerebek saat Disetubuhi Pelanggan di Kamar Hotel

Bisnis prostitusi tersebut, dijalankan oleh guru berinisial SA (54) di rumahnya sendiri. Rumah tersebut telah disekat-sekat menjadi bilik-bilik khusus, untuk melayani para pria hidung belang.



Salah satu murid yang dijual ke pria hidung belang untuk layanan ranjang, masih berusia 12 tahun. Bisnis prostitusi dengan menjajakan gadis-gadis yang masih anak-anak ini terbongkar, setelah dilakukan penggerebekan oleh Satreskrim Polres Rejang Lebong.

Baca juga: Cari Ponsel Adik di Pasar Girian, Pemuda di Bitung Justru Bunuh Orang Tak Dikenal

Saat dilakukan penggerebekan di rumah guru yang menjadi tempat prostitusi tersebut, polisi menemukan gadis berusia 12 tahun saat sedang melayani pria hidung belang. Selain gadis belia itu, polisi juga menemukan sejumlah wanita.

SA yang merupakan seorang pendidik tersebut, ternyata menjadi mucikari dalam bisnis prostitusi yang dijalankannya. "Kami langsung melakukan penangkapan terhadap SA, dan seorang pria hidung belang berinisial TA yang kedapatan menggunakan jasa gadis usia 12 tahun," tutur Kasatreskrim Polres Rejang Lebong, AKP Sampson S. Hutapea.

Guru ASN di Rejang Lembong Tega Jual Murid SD untuk Pemuas Napsu


Sampson mengatakan, terungkapnya kasus prostitusi di rumah guru ini, setelah ada laporan dari masyarakat yang resah terkait aktivitas prostitusi di rumah SA. "Setelah ada laporan masyarakat, kami langsung melakukan penggerebekan," tegasnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1148 seconds (11.252#12.26)