Turis Asing Dikecam gara-gara Kencing Sembarangan di Gunung Bromo

Rabu, 14 September 2022 - 20:43 WIB
loading...
Turis Asing Dikecam gara-gara Kencing Sembarangan di Gunung Bromo
Aksi turis asing ini yang kencing sembarangan di Puncak Gunung Bromo dikecam banyak pihak. Foto: Istimewa
A A A
PROBOLINGGO - Aksi turis asing yang kencing sembarangan di kawah Gunung Bromo mendapat kecaman dari tokoh Suku Tengger. Pasalnya lokasi itu dianggap menjadi salah satu gunung suci yang disakralkan masyarakat Suku Tengger.

Tokoh adat Suku Tengger, Probolinggo Supoyo menjelaskan, Gunung Bromo bukanlah sekedar wisata alam belaka. Tapi ada keyakinan di masyarakat Suku Tengger yang menganggap tempat para leluhur mereka berasal.

Baca juga: Mobil Jip Wisatawan Gunung Bromo Masuk Jurang saat Ingin Melihat Matahari Terbit

"Kalau mereka sudah mendapat info dari petugas ya tentunya sikap itu kurang baik, karena kawah Bromo tidak sekadar tempat wisata, tapi tempat yang dipercayai sebagai tempat para leluhurnya," ucap Supoyo, saat dikonfirmasi MNC Portal, Rabu petang (14/9/2022).

Menurutnya, jangankan kencing sembarangan, mengambil barang dari kawasan Gunung Bromo hingga ada ucapan jelek kendati dari hati saja tak boleh.



"Jaga ucapan hati dari kejelekan, nggak boleh ngambil barang di sekitar gunung untuk dibawa pulang. Kasihan nanti jauh-jauh datang lagi hanya untuk mengembalikan barang. Kalau hanya lihat tidak apa-apa terus kembalikan, dan jangan lempar batu ke kawah Bromo," paparnya.

Di sisi lain, Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Sarif Hidayat juga turut mengecam aksi kencing sembarangan turis asing tersebut.

Baca juga: Parah! Mantan Anggota DPRD Probolinggo Konsumsi Sabu agar Pikiran Tenang

Menurutnya, Wisata Gunung Bromo tak sekadar perlu dijaga demi estetika keindahannya, tapi juga karena adanya kearifan lokal masyarakat Suku Tengger yang perlu dihormati.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1936 seconds (11.210#12.26)