Kronologi Dugaan Penganiayaan Santri Ponpes Gontor Ponorogo hingga Tewas

Selasa, 06 September 2022 - 14:17 WIB
loading...
Kronologi Dugaan Penganiayaan Santri Ponpes Gontor Ponorogo hingga Tewas
Polres Ponorogo menyelidiki kasus kematian santri yang diduga dianiaya.Foto/Ahmad Subekhi
A A A
PONOROGO - Kasus tewasnya santri Ponpes Darussalam Gontor , Ponorogo, Albar Mahdi terus didalami aparat kepolisian. Terbaru, Satreskrim Polres Ponorogo berhasil mengungkap ada dua korban lagi yang dianiaya oleh pelaku yang sama.

Untuk mengungkap fakta tersebut, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ponoro pun turun tangan melakukan investigasi. Tim yang dipimpin Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Ponorogo tersebut mendatangi pesantren untuk mengetahui detail kronologi tragedi tersebut.

Baca juga: Terungkap! Santri Korban Penganiayaan di Ponpes Gontor Ponorogo Bertambah 2 Orang

Berdasarkan keterangan Kepala Subdirektorat Pendidikan Pesantren Kemenag Ponorogo Basnang Said, kasus penganiayaan itu bermula dari kegiatan perkemahan rutin Pondok Pesantren Darussalam Gontor Ponorogo setiap hari Kamis-Jumat (Perkajum).

Berikut kronologinya. Pada Kamis-Jumat, 18-19 Agustus 2022, kegiatan Perkajum dikuti oleh santri Klas 5. Saat itu yang bertindak sebagai ketua giat yakni almarhum Albar Mahdi Bin Rusdi.

Selanjutnya pada Sabtu-Ahad, 20 s.d 21 Agustus 2022 panitia Perkajum, ada giat pengembalian peralatan perkemahan.

Hari Senin, 22 Agustus 2022 almarhum (Albar Mahdi Bin Rusdi) dipanggil kakak-kakak klas untuk ditanya tentang perlengkapan perkemahan yang dirasa belum beres hingga terjadi "Tindak kekerasan" yang dilakukan dua orang yang duduk di klas 6 yang mengakibatkan korban meninggal dunia di tempat.

Korban dibawa ke Rumah Sakit Yasyfin Gontor. Kemudian diselenggarakan pemulasaraan hingga selesai, tanpa ada bekas luka satu pun di tubuhnya dan tanpa adanya darah.



Penyelengaraan jenazah dilakukan dengan penuh hormat, disalatkan di Masjid Pondok Pesantren Darussalam Gontor oleh ribuan santri dan dinyatakan sebagai syahid.

Jenazah diantarkan ke rumah asal Palembang sesuai permintaan keluarga. Mereka berangkat dari Gontor pukul 14.00 WIB melalui jalan darat oleh rombongan tiga mobil yang terdiri atas 9 orang yang dipimpin Ustadz Agus Mulyana.

Rombongan sampai dirumah duka, Selasa 23 Agustus 2022 pukul 11.30 WIB.

Keluarga minta agar peti jenazah dibuka sekalian kafannya. Setelah kafan dibuka didapati wajah korban berlumuran darah yang keluar dari hidung.

Kafan dibuka total dan didapati keadaan tubuh membiru, kemudian korban dimandikan uang dan dikafani ulang kemudian disalati lalu dimakamkan. Keluarga pada awalnya menerima peristiwa ini dengan ikhlas tanpa adanya protes apapun, hanya minta 3 hal. yaitu permudah bertemu dengan santri, bertemu para pelaku dan adanya kepastian hukuman
(msd)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2529 seconds (10.177#12.26)