Bahas Protokol Kesehatan, Pelaku Usaha Temui Pj Wali Kota Makassar
Rabu, 01 Juli 2020 - 16:19 WIB
loading...
A
A
A
Rudy mengimbau kepada seluruh pengelola pusat perbelanjaan untuk berperan aktif patuh pada kebijakan pemerintah, terus mengedukasi masyarakat secara massal menerapkan protokol kesehatan.
"Kita imbau kepada pengelola usaha agar memasang layar monitor paling sedikit setiap dua jam dilakukan pemberitahuan atau pengumuman mengenai penerapan protokol juga memberikan pemahaman bahwa covid bukanlah suatu aib," terangnya.
Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Kota Makassar, Hairun Hamzah Siregar menjelaskan, kunjungannya untuk berkordinasi mengenai kebijakan pengoperasian pusat pusat perbelanjaan di kota Makassar.
"Pada masa pandemi ini kami dari APPBI berusaha menjadi partner pemerintah kota Makassar untuk mengambil peran dalam memutus mata rantai pandemi COVID-19 . Kita berkordinasi terkait kebijakan pemerintah kota Makassar dalam melaksanakan penerapan protokol kesehatan seperti di mal - mal yang acap kali dikunjungi warga untuk berbelanja sekaligus sebagai tempat hiburan," ujarnya.
Baca Juga: Gara-gara Pembagian Sembako Tidak Transparan, Kinerja Dinas Sosial Dievaluasi
"Kita imbau kepada pengelola usaha agar memasang layar monitor paling sedikit setiap dua jam dilakukan pemberitahuan atau pengumuman mengenai penerapan protokol juga memberikan pemahaman bahwa covid bukanlah suatu aib," terangnya.
Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Kota Makassar, Hairun Hamzah Siregar menjelaskan, kunjungannya untuk berkordinasi mengenai kebijakan pengoperasian pusat pusat perbelanjaan di kota Makassar.
"Pada masa pandemi ini kami dari APPBI berusaha menjadi partner pemerintah kota Makassar untuk mengambil peran dalam memutus mata rantai pandemi COVID-19 . Kita berkordinasi terkait kebijakan pemerintah kota Makassar dalam melaksanakan penerapan protokol kesehatan seperti di mal - mal yang acap kali dikunjungi warga untuk berbelanja sekaligus sebagai tempat hiburan," ujarnya.
Baca Juga: Gara-gara Pembagian Sembako Tidak Transparan, Kinerja Dinas Sosial Dievaluasi
(agn)
Lihat Juga :