Banjir Lahar Dingin Semeru Terjang Jalur Alternatif, 1 Dusun Terisolasi

Jum'at, 12 Agustus 2022 - 18:32 WIB
loading...
Banjir Lahar Dingin Semeru Terjang Jalur Alternatif, 1 Dusun Terisolasi
Banjir lahar dingin dari puncak Gunung Semeru, menerjang Besuk Kobokan, dan Besuk Lanang di Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Foto/iNews TV/Yayan Nugroho
A A A
LUMAJANG - Banjir lahar dingin dari puncak Gunung Semeru, menerjang Besuk Kobokan, dan Besuk Lanang, yang ada di Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jumat (12/8/2022) sore. Akibatnya jalur alternatif di desa tersebut tertimbun material pasir dan batu.

Baca juga: Nekat Beraktivitas, Truk Pasir Terseret Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru

Rusaknya jalur alternatif akibat banjir lahar dingin tersebut, membuat ratusan warga di Dusun Sumber Langsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, terisolir. Banjir lahar dingin mengalir ke arah Sungai Regoyo, dengan membawa material vulkanik.



Hujan deras di wilayah puncak Gunung Semeru, menjadi pemicu banjir lahar dingin tersebut. Endapan material vulkanik yang ada di puncak Gunung Semeru, terbawa air hujan menuju ke daerah hilir.

Baca juga: Rombongan Moge Harley Davidson Tabrak Pemotor di Kulon Progo, Korban Terpental 10 Meter

Getaran banjir lahar dingin Gunung Semeru, terekam seismograf Pos Pengamatan Gunung Api Semeru dengan amplitudo maksimal 30 mm. Sebanyak 125 kepala keluarga atau 470 jiwa di Dusun Sumber Langsep, terisolasi dan tak dapat menyeberangi sungai.

Salah seorang warga, Pujiono mengaku, tak dapat lagi menyeberangi sungai karena banjir lahar dingin sangat deras dan membawa material vulkanik. "Sementara menunggu di seberang, karena kondisinya memang banjir lahar dingin," ungkapnya.

Baca juga: Brutal! Anggota Perguruan Silat Konvoi dan Keroyok Warga hingga Bersimbah Darah

Warga Dusun Sumber Langsep, Firman berharap jembatan Jugosari yang jebol sejak bulan Januari lalu, bisa segera diperbaiki. "Keberadaan jembatan ini sangat vital bagi mobilitas warga," tuturnya.

Banjir lahar dingin dari puncak Gunung Semeru, masih berpotensi terjadi jika hujan kembali mengguyur wilayah puncak. Warga yang bermukim di sepanjang aliran lahar dingin diimbau selalu waspada, dan menjauhi jalur aliran lahar dingin saat hujan turun.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2104 seconds (11.97#12.26)