Gunung Semeru Erupsi Kembali Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
Jum'at, 14 Februari 2025 - 07:21 WIB
loading...
Gunung Semeru mengalami erupsi pagi ini pukul 04.52 WIB. FOTO/PVMBG
A
A
A
MALANG - Gunung Semeru mengalami erupsi pagi ini pukul 04.52 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan Gunung Semeru meluncurkan abu vulkanik 1.000 meter di atas puncak.
Gunung Semeru yang secara administratif terletak di dua kabupaten, yaitu Lumajang dan Malang, Jawa Timur itu masih berstatus waspada atau level II.
"Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Jumat, 14 Februari 2025, pukul 04:52 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 1000 m di atas puncak (± 4676 m di atas permukaan laut)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Yadi Yuliandi dalam keterangannya, Jumat (14/2/2025).
Sementara itu, Yadi Yuliandi mengatakan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 163 detik.
Yadi Yuliandi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Gunung Semeru yang secara administratif terletak di dua kabupaten, yaitu Lumajang dan Malang, Jawa Timur itu masih berstatus waspada atau level II.
"Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Jumat, 14 Februari 2025, pukul 04:52 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 1000 m di atas puncak (± 4676 m di atas permukaan laut)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Yadi Yuliandi dalam keterangannya, Jumat (14/2/2025).
Sementara itu, Yadi Yuliandi mengatakan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 163 detik.
Yadi Yuliandi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Lihat Juga :