Memilukan! Gadis Belia Dicekoki Miras Lalu Bajunya Dilucuti dan Ditindih 5 Pemuda di Pantai Anyer

Selasa, 12 Juli 2022 - 19:47 WIB
loading...
Memilukan! Gadis Belia Dicekoki Miras Lalu Bajunya Dilucuti dan Ditindih 5 Pemuda di Pantai Anyer
Lima pemuda cekoki gadis belia dengan miras, lalu disetubuhi bergiliran. Foto/iNews TV/Iskandar Nasution
A A A
CILEGON - Peristiwa memilukan menimpa seorang gadis belia di Pantai Anyer, Kabupaten Serang, Banten. Gadis belia tersebut, dicekoki minuman keras (Miras) lalu dilucuti bajunya, dan diperkosa secara bergiliran oleh lima pemuda.

Baca juga: Edan! Pengasuh Pesantren di Banyuwangi Diduga Cabuli Santriwati dengan Modus Memeriksa Keperawanan

Satreskrim Polres Cilegon, berhasil meringkus lima pemuda yang telah mencekoki miras, dan memperkosa gadis belia tersebut. Kelima tersangka pemerkosaan tersebut berinisial MY, SH, SP, MF, dan MR.



Kapolres Cilegon, AKBP Eko Tjahyo Untoro menyebutkan, kelima tersangka melakukan aksi pemerkosaan di salah satu penginapan yang berada di wilayah Pantai Anyer, pada Selasa (5/7/2022).

Baca juga: Jual Istri untuk Layanan Kenikmatan Ranjang, Pria Surabaya Berkeringat Dingin saat Diringkus Polisi

" Pemerkosaan secara bergiliran itu, terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, di kamar penginapan di Kecamatan Anyer. Para pelaku berkenalan dengan korban melalui media sosial, karena korban sedang galau para pelaku mengajak korban bertemu di pantai," terang Eko.

Saat bertemu korban, para pelaku mengajak korban untuk menggak miras. Eko menyebut, korban dipaksa minum empat gelas miras. Setelah korban mabuk, para pelaku membawanya ke kamar penginapan yang sudah disiapkan pelaku, dan dilakukan pemerkosaan secara bergantian.

Baca juga: Pelaku Rencanakan Pembunuhan Rosida Damanik, Siapkan Cutter di Dalam Tas

"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu bersama-sama menjaga anak-anak dari bahaya mengkonsumsi miras dan narkoba. Dan akibat perbuatannya, kelima pelaku dijerat Pasal 81 UU No. 17/2016 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukum paling lama 15 tahun penjara," pungkas Eko.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2158 seconds (11.97#12.26)