Buron 7 Tahun Usai Aniaya Mertua Pakai Pisau, Ibrahim Lesu Diringkus Polisi

Senin, 04 Juli 2022 - 11:13 WIB
loading...
Buron 7 Tahun Usai Aniaya Mertua Pakai Pisau, Ibrahim Lesu Diringkus Polisi
Ibrahim tak berkutik usai diringkus anggota Unit Reskrim Polsek Talang Kelapa. Pelaku KDRT ini sudah tujuh tahun buron. Foto/iNews TV/Ahmad Syaiful
A A A
BANYUASIN - Sepandai-pandainya tupai melompat, pastinya akan jatuh juga. Ungkapan itu nampaknya tepat disematkan kepada Ibrahim. Warga Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan itu, akhirnya berhasil diringkus polisi setelah menganiaya mertua pakai pisau.

Baca juga: Sadis! Dikeroyok Secara Brutal Pakai Sajam, Warga Cikadu Tewas Bersimbah Darah di Tepi Jalan

Pengejaran yang dilakukan polisi terhadap Ibrahim membutuhkan waktu cukup panjang, dan jalan berliku. Pria berbadang jangkung yang dengan sadis menganiaya istri dan mertuanya itu, selama tujuh tahun berhasil kabur dari kejaran polisi.



Kapolsek Talang Kelapa, Kompol Sigit Agung Susilo mengatakan, pelaku tega menganiaya istri dan mertuanya menggunakan pisau. "Kejadian penganiayaannya pada 6 Mei 2015. Sudah tujuh tahun pelaku penganiayaan ini kabur untuk menghindari jeratan hukum," terangnya.

Baca juga: Mencekam! Brimob Bersenjata Lengkap Kepung Pesantren, Anak Kiai Buron Kasus Pencabulan Gagal Ditangkap

Polisi tak putus asa mengejar Ibrahim. Pelaku yang tega menganiaya istri dan mertuanya pakai pisau tersebut, kini harus meringkuk di sel tahanan Polsek Talang Kelapa, untuk menjalani pemeriksaan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Kejadian penganiayaan terhadap istri dan mertuanya tersebut, dilakukan pelaku di rumah mertuanya. Saat itu pelaku hendak menjemput istrinya yang sengaja menghindar, karena sudah sering dianiaya oleh pelaku," tutur Sigit.

Baca juga: Fakta-fakta Dugaan Pencabulan Santri oleh Anak Kiai di Jombang, Terakhir Melecehkan Kewibawaan Polri

Sigit juga menyebut, pisau yang digunakan pelaku menganiaya istri dan mertuanya tersebut, sudah disiapkan dengan ditaruk di pinggangnya. Akibat ulahnya, Ibrahim dijerat Pasal 351 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2488 seconds (10.101#12.26)