Harga Cabai Meroket, Petani Madina Rela Jaga Kebun 24 Jam

Senin, 20 Juni 2022 - 03:30 WIB
loading...
Harga Cabai Meroket, Petani Madina Rela Jaga Kebun 24 Jam
Rawan terjadi pencurian, petani di Kabupaten Madina, rela menjaga kebun cabainya 24 jam setiap hari. Foto/iNews TV/Ahmad Husein Lubis
A A A
MANDAILING NATAL - Kenaikan harga cabai di pasaran, membuat kebun cabai di wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, rawan menjadi sasaran pencurian. Demi menjaga tanaman cabainya, petani di Madina rela menjaga kebun cabainya 24 jam setiap hari.

Baca juga: Pemilik Warung Tegal di Prabumulih Bertahan di Tengah Meroketnya Harga Cabai dan Sayuran

Anwar, salah satu petani yang turut menjaga kebun cabainya mengaku, sudah sepekan terakhir terpaksa harus tidur di dekat kebun cabai, agar tanaman cabai miliknya tidak digasak pencuri.



Tanaman cabai milik Anwar sudah siap panen, sehingga sangat rentan menjadi sasaran pencurian. "Terpaksa tidur di kebun cabai sepekan terakhir, karena tanaman cabai saya sudah akan panen dan rawan dicuri saat harga cabai tinggi," tuturnya.

Baca juga: 3 Jam Kantor Kominfo Empat Lawang Ludes Dilalap Api



Aksi pencurian cabai tersebut, dilakukan dengan cara mencabut tanaman cabai, sehingga para petani mengalami kerugian besar. Aksi pencurian cabai biasanya terjadi saat menjelang malam hingga dini hari.

Baca juga: Bentrok Berdarah di Lahan Sengketa, Puluhan Warga Kampar Terluka

Harga cabai saat ini di pasaran mencapai sekitar Rp80 ribu per kg, atau sedikit mengalami penurunan bila dibandingkan pada pekan sebelumnya. Meski demikian, kebun cabai tetap rawan menjadi sasaran aksi pencurian cabai.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1441 seconds (10.101#12.26)