Tanah Longsor, Ribuan Kendaraan Terjebak 10 KM di Jalinsum Mandailing Natal
Minggu, 29 Desember 2024 - 15:03 WIB
loading...
Antrean kendaraan mengular lebih dari 10 kilometer akibat tanah longsor di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Laru Baringin, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal, Sumatera Utara. FOTO/AHMAD HUSEIN LUBIS
A
A
A
MANDAILING NATAL - Cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia mengakibatkan musibah tanah longsor di Mandailing Natal , Sumatra Utara, Sabtu (28/12/2024) malam. Tanah longsor yang terjadi di Desa Laru Baringin, Kecamatan Tambangan, memblokir jalur lalu lintas utama, mengakibatkan antrean kendaraan yang membentang lebih dari 10 kilometer. Ribuan kendaraan, termasuk truk pembawa sembako, terjebak selama lebih dari 14 jam.
Menurut informasi, longsor terjadi secara tiba-tiba setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Salah satu truk yang membawa sembako nyaris tertimbun tanah longsor yang menutup jalan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun longsor tersebut menyebabkan gangguan parah terhadap arus lalu lintas.
Pembersihan material longsoran dilakukan secara intensif oleh tim gabungan, namun hingga Minggu siang (29/12), proses tersebut masih berlangsung. Warga setempat mengeluhkan lambannya penanganan karena alat berat yang datang terlambat dan proses evakuasi yang kurang efisien.
Antrean kendaraan yang panjang menambah ketegangan di kalangan pengendara. Banyak kendaraan terjebak dalam kemacetan hingga lebih dari 14 jam, terutama kendaraan yang menuju ke arah Medan dan wilayah sekitarnya. Warga setempat mengingatkan bahwa cuaca ekstrem selama musim libur Natal dan Tahun Baru dapat menambah risiko terjadinya bencana alam serupa, seperti banjir dan longsor, di berbagai daerah.
Menurut informasi, longsor terjadi secara tiba-tiba setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Salah satu truk yang membawa sembako nyaris tertimbun tanah longsor yang menutup jalan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun longsor tersebut menyebabkan gangguan parah terhadap arus lalu lintas.
Pembersihan material longsoran dilakukan secara intensif oleh tim gabungan, namun hingga Minggu siang (29/12), proses tersebut masih berlangsung. Warga setempat mengeluhkan lambannya penanganan karena alat berat yang datang terlambat dan proses evakuasi yang kurang efisien.
Antrean kendaraan yang panjang menambah ketegangan di kalangan pengendara. Banyak kendaraan terjebak dalam kemacetan hingga lebih dari 14 jam, terutama kendaraan yang menuju ke arah Medan dan wilayah sekitarnya. Warga setempat mengingatkan bahwa cuaca ekstrem selama musim libur Natal dan Tahun Baru dapat menambah risiko terjadinya bencana alam serupa, seperti banjir dan longsor, di berbagai daerah.
Lihat Juga :